
MAKASSAR,– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menjajaki perluasan kerja sama strategis dengan Singapura, mencakup peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pelatihan di Negeri Singa, hingga mendorong realisasi investasi baru yang lebih masif.
Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Jufri Rahman, dengan perwakilan Kedutaan Besar Singapura di Jakarta di Makassar, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Sekdaprov Sulsel itu dihadiri oleh First Secretary (Political) Embassy of the Republic of Singapore–Jakarta, Malik Vickland. Dialog bilateral berfokus pada penguatan kemitraan di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), ekonomi, dan investasi.
- Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan Tembus Pasar Global: Ekspor Gula Aren Organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia
- Penjualan Mobil Nasional Januari 2026 Tembus 66.446 Unit, Astra Kuasai 52% Pangsa Pasar
- JNE Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Skuad Cosmo JNE FC yang Berprestasi Membela Timnas di Ajang Asia
- JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner di International Diecast Show 2026, Hadirkan Larry Wood dan Program Menarik
- Ribuan Pelajar Padati Olympicad, Appi Optimistis Lahir Pemimpin Bangsa
Malik Vickland secara khusus menyoroti program Singapore Cooperation Programme (SCP) yang membuka peluang bagi ASN, baik di level provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulsel, untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di Singapura.
“Kita berharap agar ada banyak PNS dari Sulsel ke Singapura untuk pelatihan ini, insya Allah,” ujar Malik usai pertemuan, seperti dikutip dalam rilis resmi Pemprov Sulsel.
Di sisi investasi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, mengungkapkan bahwa realisasi investasi Singapura di wilayahnya telah mencapai sekitar Rp500 miliar. Namun, potensi pengembangannya dinilai masih sangat besar.
“Dari segi investasi, Singapura ini sangat mendukung dan potensial untuk terus dijajaki serta dikembangkan kerja samanya,” tegas Asrul.
Ia menambahkan, investasi Singapura seperti jaringan restoran 4Fingers Crispy Chicken di Makassar merupakan contoh nyata. Pihaknya bersama Kedubes berkomitmen mendorong kedatangan lebih banyak perusahaan Singapura untuk menanamkan modal di Sulsel.
Asrul juga menyambut positif penawaran pelatihan SDM untuk ASN, dengan harapan program tersebut tidak hanya menyasar ASN Pemprov tetapi juga menjangkau ASN di seluruh kabupaten dan kota. “Jangan hanya ASN Sulsel saja, tetapi ASN kabupaten dan kota juga,” pintanya.
Sulawesi Selatan menawarkan beragam peluang investasi strategis, mulai dari sektor hortikultura (pertanian, perkebunan, kehutanan), perikanan dan kelautan, pariwisata, sumber daya mineral, energi terbarukan, hingga pengembangan infrastruktur.
Sekda Sulsel, Jufri Rahman, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang konkret, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan penguatan pendidikan vokasi.
“Pelatihan peningkatan kapasitas pegawai, pelatihan sekolah untuk vokasi, pelatihan sekolah kejuruan,” ungkap Jufri mengenai beberapa fokus kerja sama yang dibahas.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid untuk memperluas dan mempertajam kemitraan strategis Sulsel-Singapura. Sinergi di bidang pendidikan dan investasi ini diyakini akan menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan SDM yang berkelanjutan di provinsi berlambang Sulawesi Selatan Berhias Ikhlas tersebut. (*)






