
MAKASSAR, -– Sebanyak 663 lulusan dari berbagai jenjang di Universitas Megarezky (UNIMERZ) diwisuda dalam acara khidmat di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Selasa (3/2). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky, Moch Noer Alim Qalby, menegaskan bahwa gelar akademik yang baru diraih harus dibuktikan dengan kualitas dan kontribusi nyata di masyarakat.
“Wisuda ini bukan akhir dari proses belajar. Justru di masyarakat nanti para lulusan harus menunjukkan kualitas, integritas, dan kontribusi nyata. Karena itu, saya mendorong wisudawan untuk memiliki cita-cita yang tinggi,” tegas Moch Noer Alim Qalby dalam prosesi wisuda.
Pesan serupa disampaikan Rektor UNIMERZ, Prof. Dr. Anwar Ramli, yang memimpin rapat senat terbuka. Ia mendorong agar para alumni tidak sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi berani menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
Respons terhadap Disrupsi dan Tantangan Global
Menurut Prof. Anwar, dorongan untuk berwirausaha dan berinovasi merupakan respons langsung terhadap perkembangan teknologi yang pesat, disrupsi dunia kerja, dan tantangan global yang semakin kompleks. Lulusan, katanya, harus dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan mandiri.
“Mahasiswa UNIMERZ tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga nilai integritas, etika, serta pengembangan karakter. Kami berharap lulusan menjadi insan unggul yang adaptif, berdaya saing, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat belajar sepanjang hayat,” papar Rektor.
Distribusi Wisudawan dan Pesan dari LLDIKTI Berdasarkan laporan rektor, komposisi 663 wisudawan berasal dari:
Fakultas Teknologi Kesehatan: 265 orang
Fakultas Farmasi: 146 orang
Fakultas Keperawatan dan Kebidanan: 132 orang
Pascasarjana (S2): 111 orang
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): 8 orang
Fakultas Ilmu Komputer: 1 orang
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, yang hadir dalam acara, turut memberikan pesan strategis. Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik.
“Diperlukan kemampuan adaptasi, penguasaan teknologi, kreativitas, dan kolaborasi di tengah pesatnya perkembangan digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan. Belajar tidak boleh berhenti setelah wisuda,” ujar Dr. Andi Lukman, menekankan pentingnya lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. (*)






