
MAKASSAR,– Upaya penguatan sistem kelistrikan di Sulawesi Tenggara menunjukkan progres signifikan. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi menerima hasil pengadaan tanah untuk proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Kendari, Senin (2/2/2026).
Penyerahan dokumen hasil pengadaan lahan ini dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kendari kepada Manajemen PLN UIP Sulawesi di Makassar. Hal ini menandai selesainya salah satu fase paling krusial dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Keberhasilan Tanpa Konsinyasi
Proyek yang berlokasi di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari ini mencatatkan pencapaian administrasi yang bersih. General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, mengungkapkan bahwa seluruh lahan yang dibutuhkan telah terbebaskan sepenuhnya.
“Dari total 49 bidang tanah dengan luas mencapai 7,13 hektare, seluruhnya telah bebas 100 persen tanpa melalui proses konsinyasi (penitipan ganti rugi di pengadilan) maupun hambatan lapangan lainnya,” ujar Wisnu.
Wisnu menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara PLN dan BPN. Setelah tahap pengadaan ini rampung, PLN akan segera tancap gas menuju proses sertifikasi aset untuk memberikan kepastian hukum sebelum konstruksi fisik berjalan lebih jauh.
Dukungan Penuh BPN untuk Proyek Strategis Nasional
Kepala Kantor BPN Kota Kendari, Fajar, S.ST., MPA., QRMP., menyatakan bahwa validasi data dan administrasi telah dilakukan secara ketat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BPN berkomitmen memastikan setiap Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor ketenagalistrikan memiliki dasar hukum yang kuat. “Kami memastikan setiap tahapan dijalankan sesuai regulasi guna memberikan kepastian hukum atas aset yang dibutuhkan PLN,” tegas Fajar.
Dampak bagi Kelistrikan Sulawesi Tenggar
Pembangunan GITET 275 kV Kendari diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi sistem kelistrikan di Bumi Halo Sultra. Dengan kapasitas tegangan ekstra tinggi, infrastruktur ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan keandalan pasokan listrik ke pelanggan rumah tangga maupun industri.
- Mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi lokal di Sulawesi Tenggara.
- Menjamin stabilitas voltase untuk pelayanan publik yang lebih berkualitas.
PLN UIP Sulawesi optimistis dengan dukungan penuh dari pemangku kepentingan, target penyelesaian infrastruktur ini akan berjalan sesuai timeline yang ditetapkan. (*)




