
Jakarta, – Jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031 resmi meluncurkan delapan program quick wins yang ditargetkan tuntas dalam 100 hari kerja pertama. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan mendasar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan pelayanan yang cepat dan solutif.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa delapan program tersebut terbagi menjadi empat program customer centric dan empat program kolaboratif.
“Program customer centric kami kembangkan khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat. Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif,” ujar Pujo dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (15/4).
Empat program customer centric tersebut meliputi: Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, serta Eliminasi Inefisiensi.
Salah satu unggulan dalam Respons Cepat Solutif adalah perluasan layanan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) menjadi 24 jam penuh. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia pukul 08.00-17.00 waktu setempat. Masyarakat kini dapat mengaksesnya melalui nomor 08118165165 kapan saja.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan bahwa pihaknya juga menghadirkan layanan prioritas dengan standar respons kurang dari lima menit. Layanan prioritas ini mencakup penambahan anggota keluarga bagi bayi baru lahir, pengaktifan kembali status kepesertaan, serta perubahan data kependudukan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa PANDAWA 24 jam merupakan bagian dari arah besar transformasi digital nasional. “Layanan publik yang cepat dan solutif menjadi yang utama. Digitalisasi membantu kita melawan inefisiensi waktu,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengapresiasi terobosan ini sebagai fondasi utama pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Adapun program customer centric lainnya antara lain optimalisasi penerimaan iuran melalui kolaborasi CSR dan cicilan harian/mingguan (pengembangan Program REHAB), Prolanis Muda untuk penderita diabetes dan hipertensi di bawah 45 tahun, serta pemanfaatan kecerdasan buatan untuk verifikasi klaim guna mendeteksi potensi kecurangan.
Di sisi kolaboratif, BPJS Kesehatan menggandeng berbagai mitra melalui empat program: P-Care MBG untuk memantau tumbuh kembang siswa penerima Makanan Bergizi Gratis, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN bersama Koperasi Merah Putih, serta JKN 3T yang melibatkan kapal bantu rumah sakit TNI AL ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
“Program JKN sudah memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Indonesia. Kami mohon dukungan segenap pihak untuk bersama-sama mengawal program ini supaya bisa berjalan semakin baik lagi,” tutup Pujo.






