
Makassar,– Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar resmi mengantongi sertifikasi internasional ISO 21001:2018 untuk Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan. Sertifikat yang diterbitkan oleh Guardian Independent Accreditation Limited (GAPL) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia bagian timur.
Direktur Poltekpar Makassar dalam keterangan persnya, Kamis (16/4/2026), menyampaikan bahwa sertifikasi ini diberikan setelah melalui proses asesmen komprehensif dan dinyatakan memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan. “Ini bukan sekadar piagam. Ini adalah jaminan bahwa seluruh proses akademik dan nonakademik di Poltekpar Makassar berjalan secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa serta dunia industri,” ujarnya.
ISO 21001:2018 merupakan standar internasional yang dirancang khusus untuk organisasi pendidikan. Berbeda dengan ISO 9001 yang bersifat umum, standar ini memiliki fokus spesifik pada peningkatan kualitas layanan pembelajaran, kepuasan peserta didik, serta efektivitas sistem manajemen yang adaptif terhadap perubahan.
Ruang lingkup sertifikasi mencakup penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi di berbagai program studi unggulan pariwisata, antara lain tata hidang, seni kuliner, divisi kamar, perhotelan, usaha perjalanan wisata, pemanduan wisata, destinasi pariwisata, hingga manajemen konvensi dan event. Dengan kata lain, hampir seluruh lini bisnis pariwisata yang menjadi tulang punggung industri di kawasan timur Indonesia telah terjamin mutunya secara internasional.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Poltekpar Makassar yang bertindak sebagai penggerak sistem penjaminan mutu internal. SPM mengoordinasikan implementasi standar, melakukan monitoring, serta mengevaluasi secara berkelanjutan. Partisipasi aktif seluruh civitas academica dalam menerapkan budaya mutu di lingkungan kampus juga menjadi faktor kunci.
Sertifikat yang diterbitkan pada 12 Maret 2026 ini berlaku hingga 11 Maret 2029. Selama masa berlaku, mekanisme audit pengawasan (surveillance audit) akan dilaksanakan secara berkala untuk memastikan konsistensi penerapan standar. “Ini adalah awal, bukan akhir. Kami harus menjaga dan terus meningkatkan mutu setiap hari,” tegas perwakilan SPM.
Dengan pencapaian ini, Poltekpar Makassar semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi pariwisata yang mengedepankan standar internasional. Ke depan, institusi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperluas kolaborasi dengan industri, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.
Capaian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional, khususnya di kawasan Indonesia timur yang selama ini terus berbenah menjadi destinasi unggulan. “Lulusan yang bermutu adalah ujung tombak pariwisata yang berkualitas. Kami siap mencetak talenta global dari Makassar,” tutup direktur.




