
JAKARTA, โ Perusahaan taksi listrik Green SM (Xanh SM) akhirnya angkat bicara terkait insiden maut yang melibatkan salah satu unit kendaraannya. Kecelakaan nahas ini terjadi saat kereta jarak jauh Argo Bromo menabrak KRL Commuterline yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden diduga kuat dipicu oleh sebuah taksi Green SM yang mengalami mogok di perlintasan sebidang.
Dalam pernyataan resminya, Green SM menegaskan kepeduliannya terhadap tragedi tersebut. “Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis akun Instagram resmi @id.greensm, Selasa, 28 April 2026.
Perusahaan asal Vietnam itu menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap operasionalnya. “Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tegas Green SM.
Green SM juga berjanji akan bekerja sama penuh dalam pengusutan penyebab kecelakaan yang hingga kini telah merenggut tujuh korban jiwa tersebut. “Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tambah pernyataan tersebut.
Kronologi dari Saksi Mata: KRL Berhenti karena Mobil Mogok, Lalu Dihantam dari Belakang
Seorang penumpang KRL yang selamat, Andi, 42 tahun, menceritakan detik-detik menegangkan saat insiden terjadi. Menurutnya, KRL yang ia tumpangi saat itu tengah berhenti akibat ada kendaraan roda empat yang mogok persis di perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur.
“Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL,” ujar Andi di lokasi kejadian.
Andi menyebut tabrakan justru terjadi dari arah belakang saat KRL dalam posisi diam. “Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang,” katanya.
Kejadian bermula sekitar pukul 20.53 WIB saat KRL dari arah Stasiun Bekasi berhenti. Kondisi puluhan penumpang langsung panik ketika hantaman keras tiba-tiba menghancurkan gerbong paling belakang.
“Kondisi penumpang KRL dari arah Stasiun Bekasi berhenti. Kemungkinan ada korban tewas, kebanyakan wanita,” ungkap korban lain di lokasi.
Puluhan korban luka langsung dievakuasi dari gerbong KRL yang ringsek menuju lantai dua Stasiun Bekasi Timur, sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat. Proses evakuasi masih terus berlangsung, melibatkan petugas keamanan stasiun, pemadam kebakaran, tim medis, TNI, Polri, serta warga sekitar yang bahu-membahu menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam gerbong. (*)





