MAKASSAR — Pemenuhan gizi anak menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar dalam rangkaian Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Bersama Alfamart melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), DPPKB Makassar menggelar edukasi gizi bertajuk “Satu Telur Sehari” di Kecamatan Rappocini. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya asupan bergizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan pemenuhan gizi merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan keluarga yang berkualitas. Menurut dia, pengetahuan orang tua mengenai pola makan anak perlu terus diperkuat sejak usia dini.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan bergizi dan seimbang bagi anak. Program seperti ‘Satu Telur Sehari’ merupakan contoh langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga, namun memiliki manfaat besar dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Andi Irwan.
Ia mengatakan keterlibatan dunia usaha melalui program CSR dapat menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung edukasi gizi dan pembangunan keluarga.
“Aksi nyata ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pemenuhan gizi anak, mencegah risiko stunting, serta mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, aktif, dan produktif. Dari satu butir telur setiap hari, terdapat kandungan nutrisi yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kualitas kesehatan anak,” katanya.
Namun, pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan. Edukasi kepada keluarga juga perlu mendorong penerapan pola makan beragam dan seimbang sesuai kebutuhan anak.
Melalui kegiatan tersebut, DPPKB Makassar berharap orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sebagai bagian dari pengasuhan anak. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kebiasaan makan keluarga sehari-hari.
Peringatan HAN 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya dukungan keluarga terhadap tumbuh kembang anak. Selain gizi, pengasuhan dan lingkungan yang mendukung juga menjadi bagian dari kebutuhan anak dalam masa pertumbuhan.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha melalui edukasi gizi diharapkan dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan anak sejak dini. (*)

