MAKASSAR — Edukasi mengenai kependudukan mulai diperkuat sejak bangku sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memahami persoalan sosial dan pembangunan. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar mendorong penerapan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMP Negeri 54 Makassar.
Sosialisasi SSK digelar oleh Penyuluh KB Kelurahan Tanjung Merdeka pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Bangga Kencana sekaligus upaya memperluas pemahaman pelajar mengenai isu kependudukan.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai tantangan.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Melalui Sekolah Siaga Kependudukan, peserta didik dibekali pemahaman tentang kependudukan, pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehidupan,” ujar Andi Irwan.
Menurut dia, pemahaman tentang kependudukan penting diberikan sejak usia sekolah. Pengetahuan tersebut dapat membantu remaja mengenali dinamika kependudukan sekaligus memahami kaitannya dengan kehidupan keluarga, kesehatan, lingkungan, dan pembangunan.
Melalui SSK, peserta didik juga diperkenalkan dengan pentingnya perencanaan kehidupan, pembangunan keluarga, serta pemeliharaan kesehatan reproduksi. Materi tersebut diarahkan untuk membangun pengetahuan dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan terkait masa depan.
Andi Irwan mengatakan literasi kependudukan juga perlu dikaitkan dengan persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
“Generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Mereka harus memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan literasi kependudukan di sekolah merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia, termasuk dalam menghadapi bonus demografi.
Dengan pengetahuan yang memadai mengenai kependudukan, kesehatan, pendidikan, keluarga, dan lingkungan, pelajar diharapkan dapat memiliki perspektif yang lebih luas dalam merencanakan masa depan.
DPPKB Makassar berharap penguatan SSK di SMP Negeri 54 dapat membantu meningkatkan pemahaman pelajar mengenai isu kependudukan sekaligus mendorong kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan di lingkungan sekitar. (*)

