Site icon macassar.id

Cakupan Terapi Pencegahan TBC Kontak Serumah di Makassar Masih Rendah, Pemkot Gejot Tracing

Trancing TBC

MAKASSAR — Penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Makassar masih menghadapi ganjalan besar, khususnya pada program Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi warga yang tinggal serumah dengan penderita. Hingga evaluasi program tahun 2026, realisasi TPT baru menyasar 516 orang atau 0,71 persen dari total target 72.240 kontak serumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengakui bahwa capaian tersebut menjadi evaluasi mendasar bagi jajarannya. Pasalnya, kelompok kontak serumah memiliki kerentanan paling tinggi untuk tertular TBC aktif jika tidak segera mendapatkan terapi pencegahan.

“Kendala terbesar kami saat ini ada pada rendahnya cakupan TPT bagi kontak serumah. Padahal, terapi ini sangat krusial agar warga yang terpapar tidak berkembang menjadi pasien TBC aktif,” ujar Nursaidah di sela kegiatan penguatan tracing TBC yang diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Makassar.

Rincian Capaian Program TBC Kota Makassar (Evaluasi 2026)

Tingkatkan Kepatuhan Berobat dan Pelacakan Kasus

Meski penemuan kasus dan cakupan pengobatan masuk kategori cukup, potensi penularan dan risiko putus obat masih membayangi. Dinkes Makassar mencatat terdapat sekitar 17,6 persen atau 978 pasien yang masih berisiko mangkir dari pengobatan, mengalami retensi, hingga meninggal dunia.

Guna mengejar ketertinggalan indikator TPT dan meningkatkan kepatuhan berobat penderita, Pemkot Makassar mengusung sejumlah strategi lintas sektor yang menyelaraskan program daerah dengan arah Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045:

Exit mobile version