Jakarta – Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, tampil memukau pada ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026. Menghadapi wakil Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektas, di babak 32 besar, ganda campuran Merah Putih ini sukses mengamankan tiket menuju babak 16 besar usai menang dua gim langsung.
Berlaga di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada Rabu (19/8/2026), Amri/Nita menyegel kemenangan dominan dengan skor akhir 21-14 dan 21-10. Pertandingan penyisihan tersebut diselesaikan secara efisien dalam kurun waktu 31 menit.
Taktik Adaptasi Angin dan Evaluasi Pertahanan Lawan
Sejak awal gim pertama dibuka, Amri/Nita langsung mengambil inisiatif serangan dan bermain agresif. Menghadapi pertahanan rapat pasangan Turki, wakil Indonesia memilih untuk tidak terburu-buru dan mengandalkan variasi rali taktis guna membongkar defense lawan.
Kemampuan adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi kunci utama dominasi Amri/Nita. Menurut Nita, kecermatan dalam memanfaatkan arah angin membuat pasangan Turki kesulitan mengembangkan pola permainan terbaik mereka.
“Tadi kami sudah in sejak awal pertandingan. Kami mencoba bermain taktis karena lawan cukup bagus dan defense-nya kuat, jadi butuh beberapa kali gelombang serangan untuk menembus pertahanan mereka,” ungkap Nita Violina Marwah seusai laga.
Ia membeberkan dinamika pergantian lapangan selama dua gim berlangsung:
- Gim Pertama (Kalah Angin): Mengandalkan pola menahan serangan (hold and control) agar lawan kewalahan dan membuat kesalahan sendiri.
- Gim Kedua (Menang Angin): Memaksimalkan posisi untuk menekan sejak servis pertama, mempercepat tempo rali, dan melancarkan smash keras mematikan.
Persiapan Matang Jelang Debut Kejuaraan Dunia
Keberhasilan melangkah mulus ke babak 16 besar tidak lepas dari masa persiapan intensif yang dijalani Amri/Nita sebelum turun bertanding. Waktu jeda selama tiga hari di lokasi pertandingan dimanfaatkan secara optimal untuk penyesuaian fisik, mental, serta pemulihan kondisi tubuh.
Bagi pasangan ini, gelaran di India merupakan debut perdana mereka dalam panggung bergengsi Kejuaraan Dunia BWF. Status debutan justru membakar motivasi mereka untuk memberikan performa maksimal demi membela panji Indonesia.
Amri Syahnawi menegaskan bahwa partisipasi di Kejuaraan Dunia merupakan kesempatan langka yang harus dimaksimalkan dengan target tinggi.
“Ada sekitar tiga hari jeda sebelum pertandingan pertama tadi, itu sangat cukup bagi kami untuk menyiapkan semuanya—mulai dari proses recovery, adaptasi lapangan, hingga pengembalian fokus bertanding,” jelas Amri.
“Ini adalah Kejuaraan Dunia pertama kami. Tidak semua atlet mendapat kesempatan berharga ini, jadi kami bertekad memaksimalkannya. Target utama kami adalah melangkah sejauh mungkin dan membawa pulang medali untuk Indonesia,” ia memungkas.
Kemenangan Amri/Nita makin memperkuat langkah wakil-wakil Indonesia di babak selanjutnya pada Kejuaraan Dunia BWF 2026. Amri/Nita kini bersiap menatap pertandingan di babak 16 besar dengan konsistensi performa yang makin menjanjikan.

