JAKARTA — Sektor ganda bulu tangkis Indonesia terus menempatkan jajaran pemain berbakat yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi di level internasional. Di antara jajaran pemain senior Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung, Nita Violina Marwah berdiri sebagai salah satu atlet paling fleksibel yang mampu tampil solid, baik di nomor ganda putri maupun ganda campuran.
Berpasangan dengan Amri Syahnawi di nomor ganda campuran, pemain binaan PB Exist Jakarta ini terus menunjukkan konsistensi performa di ajang BWF World Tour. Pengalamannya menembus jajaran elite BWF serta kontribusinya dalam skuad beregu nasional mengukuhkan posisinya sebagai pilar penting bulu tangkis Indonesia.
Biodata Singkat & Elemen Fakta Kunci
- Nama Lengkap: Nita Violina Marwah
- Nama Panggilan: Nita
- Tempat, Tanggal Lahir: Majalengka, Jawa Barat, 25 Maret 2001
- Sektor: Ganda Campuran / Ganda Putri (Utama Pelatnas PBSI)
- Pegangan Tangan: Kanan
- Klub Asal: PB Exist Jakarta
- Tahun Masuk Pelatnas: 2019
- Pasangan Utama: Amri Syahnawi (Ganda Campuran), sebelumnya bersama Putri Syaikah, Tryola Nadia, dan Lanny Tria Mayasari (Ganda Putri)
- Ranking BWF Tertinggi: 26 Dunia (WD bersama Putri Syaikah, November 2021)
- Ranking BWF Terkini: 48 Dunia (XD bersama Amri Syahnawi)
- Gelar Utama BWF Tour & International: Juara Akita Masters 2019 (Super 100 bersama Putri Syaikah), Juara Iran Fajr International 2019, Juara Turkey International 2019, Runner-up Malaysia Masters Super 100 2024 (bersama Amri Syahnawi)
- Prestasi Major Events & Beregu: Medali Emas Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019 / Piala Suhandinata (Beregu Campuran), Skuad Piala Uber 2020 & 2022, Skuad Piala Sudirman 2021.
Awal Perjalanan: Gemblengan PB Exist Menuju Cipayung
Darah dan ketertarikan Nita pada olahraga tepok bulu mulai terasah sejak usianya masih belia di Majalengka. Bakat besarnya kian terkonsep secara profesional saat ia bergabung dengan klub PB Exist Jakarta.
Di bawah naungan PB Exist, Nita berkembang menjadi pemain ganda yang taktis dan disiplin. Penampilan prestisiusnya di ajang kejuaraan nasional junior membawanya dipanggil masuk ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung pada tahun 2019. Di tahun yang sama, Nita mencatatkan sejarah saat membawa tim Indonesia memboyong Piala Suhandinata pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2019 di Kazan, Rusia.
Momen Kebangkitan & Kiprah di BWF Tour (Breakthrough)
Momen breakthrough Nita di level senior terukir gemilang di nomor ganda putri saat berduet dengan Putri Syaikah. Pasangan yang dijuluki “Chitato” ini sukses mengamankan gelar BWF World Tour Super 100 pertamanya di ajang Akita Masters 2019 usai mengalahkan wakil tuan rumah Jepang. Performa konsisten mereka mengantarkan Nita menembus peringkat 26 dunia BWF serta dipercaya menjadi amunisi utama Indonesia di ajang Piala Uber 2020 dan Piala Sudirman 2021.
Seiring dinamika kebutuhan tim Pelatnas, Nita mentransisikan fokusnya ke sektor ganda campuran berduet dengan Amri Syahnawi. Pasangan ini terbukti langsung nyetel dan menjadi ganda campuran yang sangat kompetitif di ajang BWF World Tour, termasuk sukses menembus partai puncak di ajang Malaysia Masters Super 100 2024.
Gaya Bermain: Playmaker Lincah dan Bertahan Rapat
Nita Violina Marwah dikenal sebagai playmaker tangguh yang memiliki kecermatan tinggi di area depan net. Keunggulan utamanya terletak pada reflek potong bola (interception) yang cepat serta kualitas netting tipis yang kerap memaksa lawan melambungkan bola secara tidak sempurna.
Selain modal kecerdasan membaca permainan di depan net, Nita memiliki akurasi pertahanan (defense) yang sangat rapat dan ulet saat digempur serangan lawan. Ketenangan emosional dan daya juangnya yang tinggi menjadikan Nita pasangan yang sangat ideal untuk menciptakan keseimbangan di lapangan.
Kiprah Nita Violina Marwah memberikan dampak signifikan bagi kedalaman skuad ganda Indonesia. Dengan jam terbang internasional yang matang serta fleksibilitas bermain di dua sektor berbeda, Nita tidak hanya menjadi tumpuan perolehan gelar di BWF Tour, tetapi juga menjadi pilar senior yang penting bagi stabilitas prestasi Indonesia di kancah dunia. (*)

