MAKASSAR — Musibah kebakaran melanda tiga lokasi berbeda di Kota Makassar pada Kamis (3/9/2026) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan, peristiwa tersebut dipicu oleh lilin yang dinyalakan saat pemadaman listrik serta korsleting arus pendek pada peralatan elektronik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli Thahar, mengonfirmasi bahwa seluruh armada penanganan bencana dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api, melakukan pemantauan, serta menjalankan kajian cepat (assessment).
“Tim personil BPBD di setiap regu pos unit langsung bergerak cepat ke titik lokasi kejadian untuk mendata jumlah korban terdampak dan mengamankan kebutuhan mendesak warga,” ungkap M Fadli Thahar, Jumat (4/9/2026).
1. Kebakaran di Banta-Bantaeng, Rappocini: 3 Rumah Ludes, 28 Jiwa Terdampak
Insiden terparah terjadi di Jalan Boto Lanra Lorong 1, RT 005 RW 003, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini. Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 20.45 WITA. Api diduga berasal dari lilin yang dinyalakan oleh salah seorang penghuni kamar saat pemadaman listrik PLN.
“Dugaan penyebab sementara berasal dari lilin saat terjadi pemadaman listrik. Namun untuk kepastian hukumnya, kami masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari pihak kepolisian,” jelas Fadli.
Kebakaran ini menghanguskan tiga unit rumah (satu permanen dan dua semi-permanen) dengan rincian satu unit rusak berat (lima petak), satu unit rusak sedang (dua petak), dan satu unit rusak ringan di bagian dapur. Sebanyak 9 Kepala Keluarga (KK) dengan total 28 jiwa terdampak, termasuk di antaranya satu balita dan seorang ibu hamil.
Rincian Korban Terdampak (Rappocini)
Jumlah Jiwa
Dewasa Laki-Laki / Perempuan
10 Jiwa / 11 Jiwa
Anak-Anak Laki-Laki / Perempuan
3 Jiwa / 2 Jiwa
Balita Perempuan
1 Jiwa
Ibu Hamil
1 Jiwa
Total Korban
9 KK / 28 Jiwa
2. Rumah Panggung di Bulurokeng Hangus Ditinggal Pemilik
Tidak berselang lama, musibah kebakaran kedua melanda kawasan pemukiman di Jalan Suka Daeng Lurah 1, RT 003 RW 002, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya pada pukul 21.08 WITA.
Satu unit rumah panggung dilaporkan ludes terbakar dan mengalami rusak berat. Berdasarkan laporan awal Regu 1 Pos Unit Tamalanrea, api tiba-tiba membesar setelah aliran listrik kembali menyala pasca-pemadaman. Penghuni diduga menyalakan lilin saat mati lampu dan meninggalkan rumah dalam keadaan lilin masih menyala.
“Korban terdampak di lokasi Biringkanaya sebanyak 1 KK atau 3 jiwa, yang terdiri dari sepasang suami istri dan satu balita. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini,” kata M Fadli Thahar. Sebanyak lima armada Damkarmat diturunkan untuk memadamkan kobaran api.
3. Korsleting Stopkontak Bakar Cafe di Manggala
Peristiwa kebakaran ketiga terjadi di outlet sebuah kafe di Jalan Toddopuli 7, RT 001 RW 006, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala pada pukul 21.50 WITA. Api muncul akibat arus pendek (korsleting) pada stopkontak yang berada di bawah sofa.
Dua armada Damkarmat bersama personil BPBD Regu 1 Pos Unit Manggala berhasil mengisolasi kobaran api sehingga kerusakan hanya terjadi pada satu ruangan (rusak sedang) dan tidak memakan korban jiwa maupun merembet ke bangunan sekitar.
Penyaluran Bantuan Logistik Darurat
Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, dan pemerintah setempat langsung mendirikan langkah tanggap darurat di lokasi terdampak, khususnya di wilayah Rappocini dan Biringkanaya.
BPBD Kota Makassar telah menyiapkan penyaluran bantuan logistik dasar yang sangat dibutuhkan warga terdampak, meliputi:
Family Kit dan First Aid Kit
Baby Kit (perlengkapan bayi & balita)
Terpal, selimut, dan sarung
Pakaian layak pakai
“Penanganan darurat terus dilakukan secara terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami juga mengimbau kepada seluruh warga Makassar agar selalu waspada dan memastikan lilin atau kompor sudah padam sebelum meninggalkan rumah,” tutup M Fadli Thahar. (*)

