MAKASSAR — Kerapihan dan ketertiban sistem perparkiran menjadi cermin utama dari tata kelola sebuah kota yang modern dan terstruktur.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan arahan tegas kepada jajaran direksi PD Parkir Makassar Raya untuk terus melakukan terobosan radikal dalam membenahi perparkiran di Kota Daeng.
Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Appi ini saat meresmikan Kantor Unit Pelayanan Parkir (UPP) Anjungan Pantai Losari yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, serta Grand Opening penerapan sistem pintu otomatis (barrier gate) di kawasan ikonik Anjungan Pantai Losari, Makassar.
Di hadapan jajaran pimpinan BUMD dan stakeholder yang hadir, Munafri menekankan bahwa persoalan perparkiran tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai tempat menghentikan kendaraan sementara. Lebih dari itu, tata kelola parkir mencakup disiplin lalu lintas, efisiensi tata ruang, hingga mutu pelayanan publik Pemkot Makassar.
”Saya selalu menegaskan bahwa cerminan dari kota yang teratur dapat dilihat langsung dari seperti apa sistem dan tata kelola perparkirannya. Oleh karena itu, seluruh jajaran terkait harus menangani persoalan parkir ini secara fokus dan sangat serius,” tegas Munafri.
Mantan CEO PSM Makassar tersebut mengakui bahwa menata perparkiran di Kota Makassar memiliki tantangan sosial yang sangat kompleks. Meski demikian, ia mengapresiasi jajaran direksi baru PD Parkir Makassar Raya yang dinilai mulai menginisiasi berbagai terobosan positif demi mengubah citra perparkiran daerah.
Sikap Tegas Berantas Jukir Liar dan Modernisasi Layanan
Salah satu fokus utama yang menjadi sorotan Wali Kota Makassar adalah keberadaan juru parkir (jukir) liar yang kerap dikeluhkan oleh pengguna jalan dan wisatawan. Munafri meminta PD Parkir Makassar Raya untuk bertindak tegas tanpa tebang pilih dengan memanfaatkan basis data digital untuk membedakan jukir resmi dan jukir liar.
Untuk menciptakan sistem yang berkeadilan dan humanis, Pemkot Makassar menerapkan dua tahapan pendekatan penertiban:
Pendekatan Persuasif dan Humanis: Mengutamakan komunikasi kekeluargaan dan pembinaan intensif kepada para juru parkir di lapangan agar mau bergabung ke dalam sistem resmi.
Penindakan Hukum Tegas: Apabila langkah persuasif diabaikan, PD Parkir wajib berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas jukir liar yang meresahkan warga.
Di sisi lain, penerapan sistem pintu otomatis (barrier gate) di Anjungan Pantai Losari menjadi sinyal kuat mulainya transformasi digital perparkiran Makassar dari sistem manual menuju digitalisasi yang transparan dan akuntabel.
Rencana Pembangunan Gedung Parkir Bertingkat (Building Parking)
Guna mengurai kemacetan akibat parkir liar di bahu jalan, Pemkot Makassar tengah menyiapkan solusi konkrit berupa penyediaan infrastruktur parkir terpadu. Munafri mendorong PD Parkir untuk mengeksplorasi unit bisnis baru, salah satunya adalah pembangunan gedung parkir bertingkat (building parking).
”Pemerintah tidak boleh sekadar melarang masyarakat memarkir kendaraan di lokasi tertentu tanpa memberikan alternatif solusi yang layak. Building parking ini menjadi jawaban atas keterbatasan lahan di titik-titik kepadatan tinggi,” ujar Ketua IKA FH Unhas tersebut.
Munafri berharap seluruh pembenahan infrastruktur dan sistem digitalisasi parkir ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menghadirkan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga Kota Makassar.

