Site icon macassar.id

BPBD Makassar Salurkan 3 Juta Liter Air Penanganan Kekeringan

BPBD Makassar

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan penanganan dampak kemarau panjang. Memasuki pertengahan September 2026, operasi penanggulangan darurat kekeringan difokuskan pada penyaluran pasokan air bersih secara masif untuk menjaga ketahanan kebutuhan dasar masyarakat.

Berdasarkan pembaruan data operasional terbaru, BPBD Kota Makassar mencatat total pasokan air bersih yang telah disalurkan ke tengah masyarakat telah menembus angka 3.043.800 liter. Operasi kemanusiaan ini disiagakan guna memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terisolasi dari akses air bersih.

Skala dampak kekeringan yang meluas menuntut mobilisasi armada dan personel secara optimal. Hingga saat ini, distribusi air bersih telah menjangkau 310 titik prioritas yang tersebar di wilayah administrasi Kota Makassar.

Langkah taktis ini berhasil meringankan beban puluhan ribu keluarga yang mengalami krisis air akibat minimnya curah hujan dan menyusutnya pasokan sumber air baku.

Berikut rincian cakupan wilayah dan penerima manfaat operasi distribusi air bersih BPBD Makassar:

Cakupan Wilayah: 8 Kecamatan dan 58 Kelurahan
Penerima Manfaat: 26.888 Kepala Keluarga (KK)
Total Populer Terdampak: 92.931 Jiwa
Mobilisasi 25 Armada Lintas Fungsi

Untuk memastikan pergerakan air berjalan lancar hingga ke pemukiman padat penduduk, BPBD Kota Makassar mengerahkan 25 unit kendaraan operasional (RanOps) gabungan. Seluruh armada ini telah melakoni 705 kali perjalanan (ritase) pengangkutan air dari titik pengisian menuju lokasi krisis air.

Skema distribusi ini dirancang agar penyuplai mampu menembus berbagai medan jalan, mulai dari jalan utama hingga ke lorong-lorong pemukiman warga yang sulit dijangkau kendaraan berukuran besar.

Manajemen BPBD Kota Makassar menegaskan bahwa strategi penyaluran air tidak dilakukan secara acak, melainkan berbasis pada pemutakhiran data (data-driven) serta laporan riil dari tingkat kelurahan dan kecamatan.

Langkah evaluasi berkala ini diambil agar alokasi armada dan volume air dapat mengantisipasi pergeseran peta krisis air di lapangan secara presisi dan tepat sasaran. Setiap rotasi pengiriman menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan respons kebencanaan yang terkoordinasi dan berorientasi pada keselamatan warga. (*)

Exit mobile version