Site icon macassar.id

Atasi Kekeringan, Wali Kota Makassar Perkuat 65 Titik SPAM

SPAM

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat mengunjungi lokasi SPAM beberapa waktu lalu.

Makassar — Pemerintah Kota Makassar di bawah arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus mempercepat langkah strategis guna mengatasi ancaman krisis air bersih dan kekeringan secara berkelanjutan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, pemkot memperkuat infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan serta sumur bor untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan yang belum terjangkau layanan PDAM.

Langkah ini menyasar wilayah utara, timur, hingga kawasan kepulauan yang selama ini memiliki tantangan geografis tersendiri dalam pengadaan air bersih.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menegaskan bahwa penanganan kekeringan yang diinstruksikan oleh Wali Kota Makassar tidak sekadar mengandalkan bantuan darurat armada mobil tangki saat kemarau tiba. Pemkot Makassar memilih membangun ketahanan air yang mandiri dan terukur melalui empat pendekatan teknis: pembangunan unit SPAM baru, peningkatan kapasitas sumber air, perluasan Sambungan Rumah (SR), serta pemeliharaan rutin infrastruktur.

“Persoalan kekeringan adalah tanggung jawab pemerintah untuk menyiapkan SPAM kebutuhan jangka panjang, sangat berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi air bagi warga Kota Makassar,” jelas Zuhaelsi pada Rabu (16/9/2026).

Peta Pembangunan 65 Titik SPAM hingga 2027

Dinas PU Kota Makassar memetakan target pemenuhan air bersih secara bertahap mulai tahun 2025 hingga 2027 dengan total 65 lokasi kegiatan infrastruktur. Target tersebut mencakup 40 titik pembangunan unit SPAM baru yang tersebar di wilayah rawan air bersih:

Setiap unit SPAM yang dibangun dilengkapi dengan fasilitas pengeboran, reservoir penampungan, bangunan pendukung, serta jaringan distribusi yang mampu melayani sedikitnya 50 hingga 100 Sambungan Rumah.

Perhatian khusus dari Wali Kota Makassar juga diarahkan ke wilayah pesisir dan pulau-pulau luar. Untuk kawasan Kepulauan Sangkarrang, seperti Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, Dinas PU menerapkan teknologi Air Siap Minum (Arsinum). Fasilitas ini berfungsi mengolah air payau menjadi air minum layak konsumsi secara langsung. (*)

Exit mobile version