Jakarta — Peta persaingan menuju kursi kepemimpinan Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan (DPD REI Sulsel) kian memanas. Baku dorong gagasan dan konsolidasi figur politik-bisnis mulai mengerucut pada nama-nama kuat. Bakal calon ketua DPD REI Sulsel, H. Badris Salam, kian menunjukkan keseriusan dan langkah strategisnya dalam merangkul para pemangku kepentingan.
Demi memantapkan langkah, CEO Bumi Pundi Karsa ini menyempatkan diri terbang langsung ke Jakarta untuk menggelar pertemuan tatap muka. Ia bersilaturahmi dengan figur senior berpengaruh di industri properti, H. Saldy Mansyur, yang merupakan mantan Ketua DPD REI Sulsel selama dua periode sekaligus mantan Wakil Bupati Luwu Timur.
Pertemuan hangat yang berlangsung di salah satu hotel ternama kawasan Senayan, Jakarta, tersebut menjadi momentum krusial bagi konsolidasi pencalonan Badris. Diskusi intensif mengenai arah industri properti dan kepemimpinan organisasi di kawasan timur Indonesia menyelimuti silaturahmi dua tokoh tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Saldy Mansyur memberikan sederet pesan strategis serta pandangan mendalam mengenai dinamika kepemimpinan organisasi pengembang di masa mendatang. Menurut Saldy, tantangan sektor real estate yang kian kompleks membutuhkan sosok nahkoda yang tidak hanya andal berbisnis, tetapi juga kuat secara manajerial dan diplomasi.
Saldy menegaskan bahwa seorang Ketua DPD REI Sulsel harus memiliki karakter kepemimpinan yang merangkul, visioner, dan responsif. Asosiasi pengembang properti membutuhkan figur pendamai sekaligus pendorong kemajuan sektor perumahan rakyat di daerah.
Rekam Jejak Badris Salam dan Tantangan Industri Properti
Menilai rekam jejak dan pengalaman panjang yang dimiliki Badris Salam, Saldy tak ragu melemparkan apresiasi. Badris selama ini dikenal sebagai pengusaha pejuang yang meniti karier dari bawah, hingga berhasil membangun reputasi solid di industri perumahan Sulawesi Selatan selama puluhan tahun.
Keunggulan utama Badris terletak pada jaringan komunikasinya yang luas dan harmonis bersama pemangku kebijakan, jajaran perbankan, hingga stakeholder Pemda setempat. Kemitraan strategis ini dinilai sebagai modal vital untuk membawa DPD REI Sulsel menjadi asosiasi yang semakin diperhitungkan dan mampu mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
melihat kapasitas dan integritas tersebut, dukungan penuh secara terbuka akhirnya keluar dari mulut mantan orang nomor dua di Luwu Timur itu.
“Semua kriteria ideal untuk menjadi ketua ada pada diri Haji Badris. Beliau punya pengalaman, jam terbang, dan hubungan yang sangat baik dengan semua pihak. Jadi, saya siap mendukung beliau sepenuhnya,” tegas Saldy Mansyur di akhir pertemuan.
Dukungan terbuka dari senior berpengaruh seperti Saldy Mansyur tentu menjadi amunisi segar bagi tim pemenangan Badris Salam. Langkah silaturahmi ini sekaligus menegaskan komitmen Badris untuk mengedepankan asas kekeluargaan dan penghormatan kepada para senior pengayom organisasi.
Sektor properti di Sulawesi Selatan saat ini menghadapi berbagai tantangan dinamis, mulai dari penyesuaian regulasi perizinan berbasis risiko, fluktuasi suku bunga perbankan, hingga isu penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kehadiran sosok pemimpin yang responsif dan diterima oleh seluruh kalangan menjadi kebutuhan mendesak bagi kelangsungan bisnis para pengembang di daerah.
Badris Salam menyambut baik dorongan dan nasihat strategis tersebut. Ia berkomitmen untuk merangkum seluruh masukan senior sebagai fondasi utama dalam menyusun program kerja prioritas DPD REI Sulsel ke depan, terutama fokus pada kemudahan perizinan, percepatan akad KPR, serta pemerataan pembangunan infrastruktur perumahan di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. (*)

