MAKASSAR — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan kontingen untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung pada 2027.
Selain menyiapkan atlet dan cabang olahraga yang akan diikuti, PWI Sulsel menargetkan kontingennya mampu bersaing untuk merebut posisi juara umum pada ajang olahraga wartawan tingkat nasional tersebut.
Lampung telah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Porwanas 2027 oleh PWI Pusat. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua April 2027 bersamaan dengan agenda Hari Pers Nasional.
Untuk menghadapi ajang tersebut, PWI Sulsel kini melakukan pendataan dan pemetaan calon atlet, termasuk memastikan kelengkapan administrasi peserta. Batas pendaftaran yang ditetapkan panitia berada pada 30 September 2026.
Seleksi Atlet dan Pemetaan Cabor
Ketua Panitia Porwanas XV PWI Sulsel, Ramah Praeska, mengatakan panitia tengah menginventarisasi calon atlet dari sejumlah cabang olahraga yang akan diikuti kontingen Sulsel.
Menurut Ramah, tahapan awal tersebut penting agar calon peserta tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam petunjuk teknis Porwanas.
“Kami sedang merampungkan pemetaan atlet di tiap cabor yang akan diikuti PWI Sulsel. Batas waktu 30 September 2026 menjadi perhatian serius kami, jangan sampai ada wartawan berpotensi gagal berangkat hanya karena kendala administratif,” jelas Ramah.
Setelah verifikasi awal, calon atlet akan diarahkan mengikuti seleksi lapangan dan pembinaan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses untuk melihat kemampuan peserta sekaligus menyusun komposisi kontingen yang akan diberangkatkan ke Lampung.
PWI Sulsel juga membuka kesempatan bagi wartawan anggotanya yang memiliki kemampuan di bidang olahraga untuk mengikuti proses penjaringan atlet.
Administrasi Peserta Jadi Perhatian
Selain kesiapan teknis, kelengkapan administrasi menjadi salah satu fokus persiapan kontingen.
PWI Sulsel sebelumnya juga melakukan penertiban data keanggotaan dan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bagian dari pembenahan administrasi organisasi.
Ketentuan peserta Porwanas yang dipublikasikan dalam persiapan sejumlah PWI daerah mencakup status wartawan anggota PWI, kepemilikan KTA atau Kartu Biru yang masih berlaku, kartu pers dari perusahaan media, serta kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Karena itu, PWI Sulsel memprioritaskan pemeriksaan dokumen sebelum memasuki tahapan seleksi dan pembinaan lebih lanjut.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah calon atlet yang telah lolos secara teknis terkendala ketika memasuki proses verifikasi peserta.
Target Juara Umum
Target prestasi menjadi bagian dari persiapan PWI Sulsel menuju Porwanas XV. Organisasi tersebut ingin membangun kontingen yang kompetitif dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari.
Target juara umum tersebut merupakan sasaran yang dicanangkan PWI Sulsel, bukan hasil yang telah dicapai. Untuk merealisasikannya, persiapan diarahkan pada pemetaan cabang olahraga, seleksi atlet, pembinaan, hingga pemantapan teknis.
Ketua PWI Sulsel Suwardi Thahir sebelumnya menekankan bahwa persiapan kontingen tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertanding. Para atlet juga diharapkan menjaga sportivitas, integritas, serta nama baik organisasi dan profesi wartawan.
“Harapan kami, para atlet terpilih mampu menjaga marwah PWI Sulsel. Meraih prestasi tentu penting, namun kejujuran, rasa kebersamaan, dan integritas sebagai jurnalis tetap menjadi pilar utama perjuangan kita,” ujar Suwardi.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, PWI Sulsel akan melanjutkan tahapan seleksi dan pembinaan setelah proses pendataan serta verifikasi administrasi rampung.
Porwanas XV di Lampung nantinya akan mempertemukan wartawan dari berbagai daerah dalam sejumlah cabang olahraga. Berdasarkan ketentuan yang telah dipublikasikan, Porwanas 2027 mencakup antara lain atletik, bridge, biliar, bulu tangkis, catur, futsal, sepak bola mini, tenis, tenis meja, e-sport, domino, karaoke, jurnalistik dan fotografi.
PWI Sulsel menargetkan persiapan yang dilakukan sejak tahap awal dapat menghasilkan kontingen yang memenuhi persyaratan administrasi sekaligus memiliki kesiapan teknis untuk bersaing di Lampung 2027. (*)

