Site icon macassar.id

BPBD Makassar Salurkan 5,1 Juta Liter Air Bersih, Jangkau 97 Ribu Jiwa

Air Bersih

Tim BPBD mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan, KAmis (24/9/2026)

MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat distribusi air bersih sebanyak 5.138.000 liter kepada warga yang terdampak kekeringan hingga 25 September 2026.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) dengan menyasar masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. Muh. Fadli Tahar, mengatakan distribusi air merupakan bagian dari respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

“Ini adalah bantuan kemanusiaan, bagaimana kita membantu sesama. Air ini disalurkan oleh Tim TDB BPBD Kota Makassar kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Fadli, Jumat (25/9/2026).

Berdasarkan data BPBD per 25 September 2026, operasi TDB telah menjangkau delapan kecamatan dan 62 kelurahan. Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, Makassar, Panakkukang, dan Bontoala.

Distribusi dilakukan secara berkala pada 322 titik yang ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Dalam pelaksanaannya, distribusi air yang kami lakukan secara berkala, pada 322 titik yang tersebar di delapan kecamatan. Kami salurkan air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar Fadli.

1.096 Rit Pengiriman Air

Untuk mendukung distribusi, BPBD mengerahkan 25 kendaraan operasional. Armada tersebut terdiri atas empat mobil pemadam kebakaran, empat mobil tangki, tiga mobil pick up, dan 14 mobil dump truck.

Hingga 25 September, seluruh armada telah melakukan 1.096 rit atau perjalanan pengiriman air bersih.

Dari distribusi tersebut, BPBD mencatat sebanyak 28.054 kepala keluarga atau sekitar 97.356 jiwa telah mendapatkan manfaat pelayanan air bersih.

Fadli menjelaskan, air yang digunakan dalam operasi TDB berasal dari dua sumber utama, yakni Perumda Air Minum Kota Makassar dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau sumur bor.

Dari total 5.138.000 liter air yang disalurkan, sebanyak 4.500.000 liter berasal dari PDAM, sedangkan 638.000 liter lainnya bersumber dari SPAM.

Fadli menegaskan distribusi air melalui operasi TDB BPBD berbeda dengan pelayanan air yang dilakukan PDAM kepada pelanggan.

Dalam pelayanan reguler, PDAM menyalurkan air melalui sistem layanan yang diperuntukkan bagi pelanggannya. Sementara melalui operasi TDB, BPBD memobilisasi air dari sumber yang tersedia untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Air ini dibagikan kepada masyarakat secara gratis, terutama warga yang bukan pelanggan PDAM. Sumber air yang kami manfaatkan berasal dari PDAM dan SPAM,” katanya.

Meski diprioritaskan bagi masyarakat nonpelanggan PDAM yang mengalami keterbatasan akses, distribusi dalam kondisi tertentu juga dapat diberikan kepada pelanggan PDAM sesuai kebutuhan di lapangan.

“Jadi, masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM juga kami layani. Prinsipnya, kami melihat kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Fadli.

Air dari sumber tersebut selanjutnya dimobilisasi menggunakan armada TDB menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan.

Libatkan Lintas Instansi

Operasi distribusi air bersih tersebut melibatkan sejumlah instansi dan perangkat daerah. Kolaborasi dilakukan antara BPBD, Damkarmat, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah kecamatan, serta dukungan Kementerian PU.

Selain kendaraan milik pemerintah dan unsur pendukung, sebagian armada distribusi juga menggunakan kendaraan sewa untuk membantu memenuhi kebutuhan mobilisasi air ke berbagai lokasi.

Menurut Fadli, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar distribusi dapat terus berjalan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

“Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD, Damkarmat, PDAM, DLH, PMI Kota Makassar, serta Kementerian PU Republik Indonesia terus berkolaborasi menciptakan masyarakat yang tangguh, sehat, dan sejahtera,” ungkapnya.

Fadli mengatakan operasi TDB diarahkan untuk mendekatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Air yang tersedia di sumber kemudian diangkut hingga ke titik-titik permukiman yang membutuhkan.

“Kami hadir, memastikan setiap tetes air sampai ke warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Hingga 25 September 2026, operasi tersebut masih menjadi bagian dari respons Pemerintah Kota Makassar terhadap dampak kekeringan dan keterbatasan akses air bersih.

“Melalui operasi TDB ini, kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau panjang. Gratis untuk masyarakat, bergerak untuk kemanusiaan,” pungkas Fadli. (*)

Exit mobile version