Site icon macassar.id

PLN Resmikan Dua Sumur Bor di Sekolah Soppeng, 333 Guru dan Murid Dapat Akses Air Bersih

PLN ULP

Manager PLN ULP Pajalesang Basri Kula meresmikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di SD Negeri 219 Madekkang serta SMP Negeri 2 Marioriwawo. Peresmian dua sumur bor dilakukan pada Senin (28/9/2026)

SOPPENG — Dua sekolah di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, kini mendapat tambahan akses air bersih setelah PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyediakan dua unit sumur bor.

Fasilitas tersebut dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dan diperuntukkan bagi SD Negeri 219 Madekkang serta SMP Negeri 2 Marioriwawo.

Peresmian dua sumur bor dilakukan pada Senin (28/9/2026) oleh Manager PLN ULP Pajalesang Basri Kula bersama pihak sekolah.

Bantuan tersebut mencakup 83 penerima manfaat di SD Negeri 219 Madekkang dan 250 penerima manfaat di SMP Negeri 2 Marioriwawo. Dengan demikian, total penerima manfaat mencapai 333 guru dan murid.

Fasilitas yang dibangun berupa sumur bor dalam yang dilengkapi pompa submersible dan instalasi pendukung untuk menyalurkan air bagi kebutuhan warga sekolah.

Sempat Kekurangan Air Saat Kemarau

Sebelum mendapat bantuan, kedua sekolah menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, terutama ketika musim kemarau.

Kondisi tersebut berdampak pada pemenuhan kebutuhan sanitasi dan kebersihan sekolah. Di SD Negeri 219 Madekkang, misalnya, murid sebelumnya harus membawa air dari rumah ketika persediaan air di sekolah terbatas.

Kini, keberadaan sumur bor membantu sekolah memenuhi kebutuhan air untuk toilet, tempat wudhu, cuci tangan, hingga pemeliharaan kebersihan lingkungan.

Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar Albert Safaria mengatakan penyediaan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan warga sekolah. Melalui program TJSL ini, PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik. Kami berharap fasilitas sumur bor ini dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh warga sekolah,” ungkap Albert.

Sekolah Apresiasi Bantuan PLN

Kepala SD Negeri 219 Madekkang, Haeruddin, S.Pd.SD., M.M., menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurut dia, ketersediaan air di sekolah sebelumnya menjadi persoalan ketika memasuki musim kemarau.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan sumur bor ini. Dahulu, ketika musim kemarau, anak-anak harus membawa air dari rumah karena ketersediaan air di sekolah terbatas. Sekarang air sudah melimpah dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Haeruddin.

Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo, Hj. Nur Alam Sainuddin, S.Pd., M.Pd.

Ia mengatakan keberadaan sumur bor membantu memenuhi kebutuhan air bersih untuk sanitasi dan aktivitas sehari-hari warga sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLN terhadap kebutuhan sekolah. Sebelumnya, kami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk sanitasi dan kegiatan sehari-hari di sekolah dapat terpenuhi, sehingga guru dan murid dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,” tuturnya.

Manfaat bantuan juga dirasakan siswa SMP Negeri 2 Marioriwawo, Miska Maisarah. Ia mengatakan kondisi pasokan air di sekolah kini lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Terima kasih kepada PLN karena sudah membantu menyediakan air bersih di sekolah kami. Dulu kami mengalami krisis air bersih, tetapi sekarang sudah tidak kekurangan air lagi,” ungkap Miska.

Dukung Perilaku Hidup Bersih

Ketersediaan air bersih di kedua sekolah juga mendukung pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dengan tersedianya fasilitas air, sekolah dapat menjaga kebersihan lingkungan secara lebih konsisten sekaligus mengurangi kendala pasokan air ketika musim kemarau.

PLN UID Sulselrabar menyebut program tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, PLN berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan pendidikan dan kesejahteraan warga sekolah. (*)

Exit mobile version