Site icon macassar.id

Loyalis Appi Ikut Pamit: Efek Domino Mulai Terlihat

Loyalis Appi

Junaedi Hasyim alias Ertemudayya menyatakan siap ikut pindah bersama Appi.

MAKASSAR — Keputusan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meninggalkan Partai Golkar mulai diikuti sejumlah loyalisnya. Salah satunya Junaedi Hasyim SH MH alias Ertemudayya yang menyatakan ikut mundur dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Junaedi mengatakan keputusan itu diambil atas pertimbangan moral dan loyalitas terhadap Appi, sosok yang selama ini menjadi alasan dirinya bergabung dan berjuang di Golkar.

“Kami bergabung dan berjuang di partai ini karena kepercayaan terhadap visi dan kepemimpinan Pak Appi. Ketika beliau memutuskan menyudahi pengabdiannya di Golkar, maka secara moral dan organisatoris, kami sebagai loyalis juga ikut mengambil langkah yang sama,” kata Junaedi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (5/10/2026).

Junaedi menilai kepemimpinan Appi di Golkar Makassar telah meninggalkan sejumlah capaian politik. Salah satunya kemenangan Appi pada Pilkada Makassar yang disebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Golkar untuk kembali memenangi kontestasi wali kota.

Selain itu, perolehan kursi Golkar di DPRD Kota Makassar pada Pemilu 2024 meningkat dari lima menjadi enam kursi.

Golkar Makassar juga meraih 97.209 suara pada Pemilu 2024.

Appi Resmi Serahkan Surat Pengunduran Diri

Sebelumnya, Appi secara resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya dari Golkar kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), Senin (5/10/2026).

Surat tersebut diserahkan langsung Appi saat menemui IAS di kediamannya di kawasan Batu Putih, Makassar. Pertemuan berlangsung sekitar 25 menit.

Pengunduran diri Appi dibenarkan Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Golkar Sulsel Kadir Halid.

Setelah pertemuan tersebut, IAS dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan DPP Golkar sekaligus membawa surat pengunduran diri Appi.

Dalam suratnya, Appi menyatakan tidak hanya melepaskan status sebagai kader Golkar, tetapi juga tidak bersedia diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Makassar.

Pengunduran diri tersebut berlaku sejak 5 Oktober 2026.

Meski meninggalkan partai, Appi menyatakan keputusannya tidak memutus hubungan personal dengan kader maupun pengurus Golkar. Ia tetap ingin menjaga hubungan sebagai kawan dan saudara.

Sinyal Kepergian Appi Sudah Muncul

Keputusan Appi meninggalkan Golkar bukan tanpa tanda. Sebelumnya, ia menjadi sorotan setelah batal maju dalam Musda Golkar Sulsel.

Pada Juli 2026, Appi masih menyatakan dirinya sebagai kader Golkar. Namun, isu kepindahannya ke Partai Demokrat kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir.

Tiga hari sebelum menyerahkan surat pengunduran diri, Appi bertemu Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng di Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, Demokrat secara terbuka menyatakan keinginannya mengajak Appi bergabung.

Saat itu, Appi menyebut masih perlu menyelesaikan proses internal di Golkar sebelum menentukan langkah politik berikutnya.

Loyalis Mulai Ikut Mundur

Kini, setelah Appi resmi meninggalkan Golkar, perhatian tidak hanya tertuju pada langkah politik berikutnya dari mantan ketua DPD II Golkar Makassar tersebut.

Pernyataan Junaedi yang ikut mundur menunjukkan adanya loyalis Appi yang mengambil sikap serupa.

Jika keputusan serupa terus berlanjut, dinamika tersebut berpotensi memengaruhi konsolidasi internal Golkar Makassar. Namun, sejauh informasi yang tersedia, belum ada data mengenai jumlah loyalis atau kader lain yang telah resmi mengundurkan diri.

Situasi tersebut menjadi tantangan baru bagi Golkar Sulsel, terutama dalam menjaga konsolidasi politik di Makassar setelah kehilangan salah satu figur utamanya.

Selama memimpin Golkar Makassar, Appi turut membawa partai tersebut menambah perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2024 dan memenangkan Pilkada Makassar.

Sementara bagi Appi, pengunduran diri dari Golkar membuka babak baru dalam perjalanan politiknya. Arah politik selanjutnya, termasuk kemungkinan bergabung dengan Demokrat, masih menunggu keputusan resmi. (*)

Exit mobile version