Site icon macassar.id

Polisi Amankan 20 Remaja Terkait Penyerangan Mahasiswa Hingga Tewas

Polisi

Sebanyak 20 remaja diamankan diduga terkait penganiayaan dua mahasiswa di Jl Perintis, Ahad (4/10/2026)

MAKASSAR — Polisi mengamankan 20 remaja yang diduga terlibat dalam penyerangan antarkelompok di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penyerangan tersebut menyebabkan seorang pemuda, MAM (24), meninggal dunia. Sementara seorang korban lainnya, MF, mengalami luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Remaja itu diamankan setelah tim gabungan Resmob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Opsnal Polsek Biringkanaya melakukan pengejaran hingga wilayah Kabupaten Maros pada Senin (5/10/2026).

Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan A Malik mengatakan, pengejaran dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai penyerangan yang terjadi pada Minggu (4/10/2026) dini hari.

“Dari hasil pengejaran tersebut, sebanyak 18 orang berhasil diamankan,” kata Setiawan di Mapolsek Biringkanaya, Senin (5/10/2026).

Mayoritas remaja yang diamankan disebut masih berstatus pelajar. Polisi juga menemukan sejumlah orang yang masih berusia di bawah umur.

Seluruh remaja tersebut kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing untuk menentukan siapa saja yang terlibat langsung dalam penyerangan.

Polisi juga masih memburu sekitar empat hingga lima orang lainnya yang diduga memiliki peran dalam aksi tersebut.

Beberapa orang yang masih dicari diduga membawa senjata tajam dan busur saat penyerangan. Polisi juga mendalami dugaan adanya pihak yang berperan mengelola akun media sosial kelompok geng motor.

Motif Penyerangan Masih Didalami

Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif penyerangan tersebut.

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh penyidik, aksi itu diduga melibatkan dua kelompok yang sebelumnya telah sepakat melakukan perang kelompok.

Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman kepolisian dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai motif maupun rangkaian peristiwa.

Dalam penyerangan itu, MAM (24) meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam dan busur.

Sementara MF mengalami luka dan masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Polisi belum menetapkan pasal pidana terhadap 18 remaja yang telah diamankan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan peran masing-masing sebelum menentukan sangkaan hukum.

Pengejaran terhadap orang-orang yang masih diduga terlibat juga terus dilakukan. Polisi masih berupaya mengungkap secara utuh rangkaian penyerangan yang terjadi di wilayah Biringkanaya tersebut.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. (*)

Exit mobile version