Site icon macassar.id

Polusi Asap di Makassar Memburuk, BPBD Imbau Warga Waspadai Penurunan Kualitas Udara

IMG_20261009_101838_886

0-0x0-0-0#

MAKASSAR — Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Makassar pada Jumat (9/10/2026). Berdasarkan pantauan wartawan, asap tampak semakin tebal, meski sejauh ini belum dilaporkan mengganggu jarak pandang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi penurunan kualitas udara akibat kondisi tersebut.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat, Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Thahar menyebut kualitas udara di Makassar dilaporkan berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. Perhatian khusus diberikan terhadap paparan partikel halus Particulate Matter 2.5 (PM2.5), yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.

BPBD menyebut kabut asap diduga berkaitan dengan kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah serta aktivitas pembakaran di tingkat lokal. Namun, sumber dan sebaran asap masih perlu dikonfirmasi melalui pemantauan dan informasi resmi dari instansi berwenang.

Kondisi kabut asap diperkirakan lebih terasa pada malam hari, dini hari, hingga pagi hari. Masyarakat diminta memantau perubahan kondisi lingkungan, terutama jika jarak pandang mulai menurun atau udara terasa semakin berasap.

BPBD Imbau Warga Gunakan Masker
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, BPBD Makassar mengimbau warga menggunakan masker yang sesuai, terutama respirator seperti N95 atau KN95, saat beraktivitas di luar ruangan ketika kabut asap terjadi.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila asap semakin pekat atau kualitas udara memburuk. Imbauan ini terutama ditujukan kepada kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Selain itu, masyarakat disarankan menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup jendela dan pintu ketika asap berada di luar. Aktivitas yang menghasilkan asap di dalam ruangan juga perlu dihindari.

BPBD meminta masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca, dan potensi kebakaran melalui BMKG, instansi lingkungan hidup, serta kanal informasi pemerintah.

Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala gangguan pernapasan berat diimbau segera mencari pertolongan medis.

BPBD Makassar juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka karena dapat memperburuk kualitas udara. Warga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengutamakan keterangan resmi dari instansi terkait. 

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M. mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab asap di Makassar.

“Kemungkinan berkaitan dengan karhutla yangg terjadi di Kalimantan,” katanya. (*)

Exit mobile version