Site icon macassar.id

Tiba-tiba Bagikan Masker 1 Kontainer, BPBD Makassar Ungkap Asal-usul Stoknya!

Masker BNPB

Masker berlogo BNPB.

MAKASSAR — Stok masker yang tersimpan sejak masa pandemi COVID-19 kini dimanfaatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar untuk membantu masyarakat menghadapi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar yang dihubungi Kamis (15/10/2026) mengatakan, masker tersebut berasal dari persediaan yang disimpan di kontainer.

Stok itu diterima setelah pihaknya berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar dua bulan lalu, sebelum munculnya persoalan kabut asap saat ini.

Menurut Fadli, saat itu pihak BPBD Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa BNPB memiliki masker dari pusat yang tersisa sejak pandemi COVID-19 dan belum dimanfaatkan. BPBD Makassar kemudian meminta agar masker tersebut dikirim untuk disimpan sebagai persediaan.

“Dua bulan lalu kami dihubungi pihak BNPB. Sebelum ada peristiwa kabut asap ini, mereka menyampaikan bahwa terdapat banyak stok masker dari pusat. Ini masker sisa COVID dulu, tidak tahu mau diapakan. Saya bilang kirim saja ke sini dan kami simpan di kontainer,” ujar Fadli.

Keberadaan stok tersebut kembali diingat setelah kabut asap berdampak pada kualitas udara. BPBD kemudian meminta anggotanya membuka penyimpanan, memeriksa, dan memilah masker sebelum dibagikan.

Masker dikeluarkan dari kontainer.

Fadli menjelaskan, meskipun sebagian kardus kemasan mengalami kerusakan, masker di dalamnya dinilai masih dalam kondisi baik. Ia menyebut masker tersebut berbahan kain dan masing-masing dikemas menggunakan plastik.

“Memang ada dusnya yang rusak, tetapi maskernya sendiri masih bagus. Terbuat dari kain dan dikemas dengan plastik,” jelasnya.

Ia mengatakan anggota BPBD telah mencoba menggunakan masker tersebut dan tidak menemukan masalah dalam uji coba awal. Fadli juga menyarankan masyarakat mencuci masker terlebih dahulu jika ingin menggunakannya.

Meski demikian, kondisi fisik yang terlihat baik dan uji coba pemakaian awal memastikan masker sesuai untuk semua jenis paparan asap. Kesesuaian masker dengan risiko polusi udara perlu dipastikan berdasarkan jenis, spesifikasi, dan standar perlindungannya.

Tim BPBD Makassar mensortir masker.

Sebanyak 1.500 Masker Telah Disalurkan

BPBD Makassar mulai menyalurkan masker yang tersedia. Fadli menyebut sebanyak 1.500 masker telah dibagikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendukung perlindungan petugas yang beraktivitas di lapangan.

Distribusi berikutnya direncanakan menyasar kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara, seperti anak-anak dan lanjut usia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BPBD memanfaatkan persediaan yang telah tersimpan untuk mendukung perlindungan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

BPBD juga membuka peluang partisipasi bagi relawan, komunitas kebencanaan, dunia usaha, dan pihak swasta yang ingin membantu penyediaan masker atau bentuk bantuan lain sesuai kebutuhan.

Fadli berharap bantuan dikoordinasikan melalui BPBD Kota Makassar agar pendataan, pemetaan kebutuhan, dan distribusi dapat dilakukan secara terarah serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Melalui gerakan GEMAS, BPBD Makassar mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam upaya melindungi masyarakat. Namun, efektivitas perlindungan tetap bergantung pada kesesuaian masker dengan kondisi paparan yang dihadapi warga. (*)

Exit mobile version