Site icon macassar.id

Primaya Hospital Instalasi Robot Bedah SHURUI Pertama di Asia Tenggara

Primaya Hospital

Primaya Hospital Group menghadirkan SHURUI Robotic Single-Port Surgical System untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif berteknologi maju,

JAKARTA — Primaya Hospital Group menginstalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System di Primaya Hospital Kelapa Gading, Jakarta. Teknologi bedah robotik yang dikembangkan Beijing Surgerii Robotics Company Limited itu diklaim sebagai instalasi pertama di Asia Tenggara.

Instalasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan layanan bedah minimal invasif di Indonesia. Kerja sama Primaya Hospital, Lynas Medikal, dan Surgerii Robotics ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM, mengatakan adopsi teknologi tersebut ditujukan untuk memperluas pilihan layanan bedah bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Leona, pengembangan SHURUI juga mempertimbangkan aksesibilitas, dukungan pelatihan dokter, dan potensi menghadirkan layanan yang kompetitif.

“Bagi Primaya Hospital Group, menghadirkan SHURUI Robotic Single-Port Surgical System merupakan langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif berteknologi maju,” kata Leona dalam keterangan yang disampaikan pada 13 Oktober 2026.

SHURUI menggunakan instrumen fleksibel menyerupai ular (snake-like instruments) dan dilengkapi visualisasi endoskopi tiga dimensi (3D). Sistem ini dirancang untuk membantu dokter melakukan prosedur bedah tertentu melalui satu akses bedah atau single-port.

Pendekatan tersebut berpotensi mengurangi jumlah sayatan dan menghasilkan bekas luka yang lebih kecil. Namun, hasilnya bergantung pada jenis prosedur serta kondisi klinis masing-masing pasien.

Teknologi ini dirancang untuk mendukung sejumlah bidang medis, meliputi urologi, obstetri dan ginekologi, bedah umum, serta bedah toraks, sesuai indikasi dan persetujuan penggunaannya. Berdasarkan keterangan perusahaan, SHURUI telah memperoleh persetujuan regulasi di China dan sertifikasi CE di Uni Eropa.

Tujuh Dokter Jalani Pelatihan di China

Untuk mempersiapkan pengembangan kapabilitas klinis, Primaya Hospital Group mengirimkan tujuh dokter spesialis dan subspesialis mengikuti pelatihan penggunaan SHURUI di Shanghai, China, pada September 2026.

Para dokter tersebut berasal dari bidang bedah digestif, obstetri dan ginekologi, urologi, bedah anak, serta bedah onkologi.

Pelatihan itu menjadi bagian dari persiapan tenaga medis dalam memahami penggunaan teknologi. Pelaksanaannya tetap memperhatikan kompetensi masing-masing dokter, kesesuaian indikasi, dan standar keselamatan pasien.

Leona menegaskan, pengembangan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga medis dan kualitas pelayanan.

“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dikembangkan memiliki tujuan yang jelas, yaitu mendukung layanan yang berkualitas, mengutamakan keselamatan pasien, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Perkuat Pilihan Layanan Kesehatan di Dalam Negeri

Pengembangan layanan medis di Indonesia juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri.

Berdasarkan data olahan Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI tahun 2025 yang dikutip dalam keterangan Primaya Hospital Group, sekitar satu juta warga negara Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun. Sebanyak 60 persen di antaranya disebut berdomisili di Jakarta.

Dalam data tersebut, tindakan bedah menempati posisi kedua layanan yang paling banyak diminati, dengan proporsi 19,2 persen setelah pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.

Penguatan teknologi, kompetensi tenaga medis, dan kualitas pelayanan di dalam negeri diharapkan dapat memperluas pilihan masyarakat sekaligus mendukung potensi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan regional.

Sementara itu, Overseas Operational Manager Surgerii Robotics, Fifi Zhang, menyatakan pihaknya berharap kerja sama dengan Primaya Hospital dapat mendukung pengembangan teknologi bedah minimal invasif di kawasan Asia Tenggara.

“Kami berharap kemitraan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pengembangan teknologi bedah minimal invasif di kawasan, didukung pelatihan tenaga medis dan kolaborasi klinis yang berkelanjutan,” kata Fifi.

Primaya Hospital Group menyatakan pengembangan teknologi tersebut akan disertai penguatan kompetensi tenaga medis dan komitmen terhadap keselamatan pasien. (*)

Exit mobile version