CAIRO — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, berhasil meraih gelar juara pada BWF World Junior Championships 2026. Ia mengalahkan rekan senegaranya, Fardhan Rainanda Joe, dalam pertandingan final yang berlangsung di Kairo, Mesir, Sabtu (17/10/2026).
Radithya yang menempati unggulan ke-31 menang dalam pertandingan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, 15-8 atas Fardhan yang merupakan unggulan ke-18.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Radithya. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti kejuaraan dunia junior untuk pertama kalinya dan langsung keluar sebagai juara.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut WJC untuk pertama kalinya dan langsung juara,” kata Radithya.
Radithya Jaga Fokus di Gim Penentuan
Radithya mengawali pertandingan dengan baik pada gim pertama. Ketika Fardhan berusaha mengejar perolehan poin, ia mengaku mampu mengantisipasi tekanan lawannya hingga mengamankan gim pembuka dengan skor 15-9.
Namun, persaingan semakin ketat pada gim kedua. Radithya sempat unggul sebelum kehilangan fokus dan akhirnya menyerah 11-15.
Memasuki gim ketiga, Radithya kembali menjaga konsentrasi dan tampil lebih agresif. Upaya tersebut membawanya meraih kemenangan 15-8 sekaligus memastikan gelar juara.
Ia mengaku telah memperkirakan pertandingan akan berlangsung hingga gim ketiga karena pertemuannya dengan Fardhan kerap berakhir dalam tiga gim.
Meski berhasil menjadi juara dunia junior, Radithya mengaku masih memiliki banyak tantangan yang ingin dihadapi. Ia juga bertekad memanfaatkan kesempatan saat bergabung dengan pelatnas untuk belajar dari para pemain senior.
“Ketika masuk pelatnas nanti, saya akan belajar banyak dari para senior agar bisa terus menampilkan yang terbaik buat Indonesia,” ujarnya.
Radithya mempersembahkan gelar tersebut kepada orang tua, paman, keluarga besar, dan klub yang selama ini mendukung perjalanan kariernya.
Fardhan Akui Sulit Keluar dari Tekanan
Di sisi lain, Fardhan Rainanda Joe harus puas membawa pulang medali perak. Ia mengakui Radithya tampil baik sehingga dirinya kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada gim pertama.
Fardhan sempat bangkit pada gim kedua dengan meningkatkan kepercayaan diri untuk merebut kemenangan. Namun, permainan Radithya yang agresif dan cepat pada gim penentuan membuatnya kesulitan beradaptasi.
“Di game ketiga Radit bermain sangat agresif dan cepat jadi saya cukup lambat adaptasinya dan fokusnya hilang-hilang, hingga akhirnya kalah di game ketiga,” kata Fardhan.
Medali perak ini menambah catatan runner-up Fardhan setelah sebelumnya meraih hasil serupa pada ajang AJC. Meski mengaku kecewa karena belum berhasil menjadi juara, ia tetap bersyukur dapat mencapai babak final kejuaraan dunia junior.
Fardhan menyebut aspek mental dan fokus menjadi pelajaran penting dari turnamen tersebut. Menurutnya, format pertandingan dengan perolehan 15 poin membuat situasi pertandingan dapat berubah dengan cepat.
Ia mencontohkan pertandingan semifinal, ketika dirinya sempat tertinggal 12-14 sebelum membalikkan keadaan menjadi 16-14.
Pengalaman itu menjadi bekal bagi Fardhan untuk terus meningkatkan kemampuannya dan mengejar hasil yang lebih baik pada turnamen berikutnya.
Hasil final ini memastikan gelar tunggal putra BWF World Junior Championships 2026 diraih Radithya Bayu Wardhana, sementara Fardhan Rainanda Joe menutup turnamen dengan medali perak. (*)

