Tim 16 TEP UNHAS menyerahkan pengesahan Surat Keputusan (SK) organisasi tersebut berlangsung di Balai Kampung Saharey, Minggu (18/10/2026).
FAKFAK — Pemuda Kampung Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kini memiliki wadah resmi untuk terlibat dalam pembangunan kampung melalui pembentukan Karang Taruna Saharey. Pengesahan Surat Keputusan (SK) organisasi tersebut berlangsung di Balai Kampung Saharey, Minggu (18/10/2026), dengan fasilitasi Tim 16 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Kegiatan ini dihadiri 25 pemuda, jajaran pemerintah kampung, serta tokoh masyarakat setempat. Pembentukan organisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari riset aksi Tim 16 di Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey.
Selama pendampingan sejak Agustus 2026, tim mengidentifikasi antusiasme pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan desa. Namun, keterlibatan mereka selama ini terkendala belum adanya wadah kelembagaan resmi untuk menyalurkan gagasan dan tenaga.
Karang Taruna Didorong Kembangkan Ekonomi Kampung
Koordinator Lapangan Tim 16 TEP UNHAS, Nur Vidiah Rachmadani, mengatakan pembangunan kawasan transmigrasi membutuhkan penguatan sumber daya manusia, selain pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Faktor penentu utamanya adalah kesiapan sumber daya manusianya. Hari ini pemuda Saharey telah memiliki wadah resmi, dan merekalah yang akan menjadi motor penggerak untuk melanjutkan program yang telah kita rintis bersama,” ujar Nur Vidiah.
Pembentukan Karang Taruna Saharey menjadi bagian dari rangkaian program sosial dan ekonomi yang dijalankan Tim 16 TEP UNHAS di kawasan tersebut
Sebelumnya, tim melaksanakan pemetaan sosial melalui Focus Group Discussion (FGD), Forum Dialog Budaya yang menghasilkan Deklarasi Weri–Saharey, pelatihan manajemen Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam), hingga kegiatan percontohan panen bersama.
Tim juga memfasilitasi uji pasar komoditas kebun warga di Pasar Seberang, Kota Fakfak. Hasilnya telah dipresentasikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Fakfak sebagai bahan untuk mendorong sinergi dengan pemerintah daerah.
Ke depan, Karang Taruna Saharey diharapkan mendukung pembangunan Kawasan Transmigrasi Weri–Saharey, memajukan BUMKam Parimimi, serta membantu dokumentasi dan promosi produk kampung.
Organisasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas pemasaran komoditas unggulan masyarakat, antara lain pala, fuli, rica, dan produk hortikultura lainnya.
Ketua Karang Taruna Kampung Saharey, Saleh, mengatakan pembentukan organisasi ini memberikan ruang bagi pemuda untuk terlibat lebih aktif dalam pembangunan kampung.
“Selama ini kami sangat ingin ikut membangun kampung, tapi belum tahu harus mulai dari mana dan lewat jalur apa. Sekarang kami sudah punya wadah yang sah, dan kami siap turun tangan mengembangkan kampung serta memajukan BUMKam agar komoditas pala kita bisa dikenal lebih luas,” kata Saleh.
Perkuat Kolaborasi Pemuda Weri–Saharey
Selain mendukung kegiatan ekonomi, Karang Taruna Saharey diharapkan menjadi penghubung kerja sama sosial antara pemuda Kampung Saharey dan Kampung Weri.
Kolaborasi lintas kampung tersebut dinilai penting dalam memperkuat kohesi sosial, terutama untuk menghadapi perkembangan kawasan transmigrasi yang direncanakan menerima integrasi warga baru pada masa mendatang.
Kepala Kampung Saharey, Zainuddin Arbakala, menyambut pembentukan organisasi tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah kampung untuk mendukung kegiatannya.
“Kami bangga pemuda kami kini punya organisasi resmi. Pemerintah kampung siap memberikan dukungan penuh agar Karang Taruna ini benar-benar bisa bekerja optimal untuk kemajuan Saharey,” ujarnya.
Inisiatif Tim 16 TEP UNHAS ini sejalan dengan pendekatan pembangunan kawasan transmigrasi yang menekankan penciptaan lapangan kerja, dorongan investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui pembentukan kelembagaan pemuda, Karang Taruna Saharey diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat setelah masa pendampingan Ekspedisi Patriot di Fakfak berakhir. (*)






