Site icon macassar.id

Andi Sudirman Ajak Tokoh Agama Rawat Demokrasi dan Perkuat Kepedulian Lingkungan

Andi Sudirman

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan sambutan pada Seminar Agama-Agama (SAA) ke-40 yang digelar oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (PGIW Sulselra) di Hotel Travellers Pinisi, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).

MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menekankan pentingnya demokrasi yang transparan, berkeadilan, dan memperhatikan kelestarian lingkungan saat menghadiri Seminar Agama-Agama (SAA) ke-40 di Hotel Travellers Pinisi, Makassar, Selasa (20/10/2026).

Seminar yang diselenggarakan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (PGIW Sulselra) itu mengangkat tema “Merawat Demokrasi, Menegakkan Keadilan Ekologis: Panggilan Bersama Agama-Agama bagi Indonesia yang Damai”.

Andi Sudirman mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurut dia, demokrasi yang terbuka dan berkeadilan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan demi kepentingan masyarakat dan keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Sejak dulu kita dituntut untuk bagaimana memelihara kerukunan, meskipun berbeda tapi tetap satu kebhinekaan dibawah NKRI. Bagaimana memperoleh manfaat secara adil, lingkungan tetap terjaga, dan generasi mendatang memiliki kesempatan yang sama menikmati kehidupan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menilai demokrasi perlu diwujudkan melalui pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, keterbukaan informasi, serta kebijakan publik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pembangunan, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai ketentuan dan memperhatikan kepentingan masyarakat. Menurut Andi Sudirman, upaya mendorong kemajuan ekonomi juga perlu diimbangi dengan perlindungan lingkungan.

Selain peran pemerintah, ia menyoroti kontribusi lembaga dan tokoh agama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga alam, memperkuat persaudaraan, dan merawat kehidupan harmonis di tengah keberagaman.

Andi Sudirman berharap seminar tersebut menjadi ruang dialog bagi berbagai pihak untuk bertukar pandangan, membahas persoalan secara jernih, serta merumuskan gagasan konstruktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap melalui seminar ini menjadi ruang dialog terbuka untuk mempertemukan berbagai pandangan, membahas persoalan secara jernih, dan menghasilkan gagasan konstruktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Andi Sudirman. (*)

Exit mobile version