Site icon macassar.id

Bidik Makassar Jadi “Ruang Tamu Indonesia, Ini 7 Program Prioritas Appi

IPDN Appi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjelaskan program prioritas pembangunan di IPDN, Gowa, Senin (20/10/2026).

GOWA — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memaparkan tujuh program prioritas pembangunan atau Sapta MULIA di hadapan Praja Muda Angkatan XXXVI Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan. Program tersebut mencakup digitalisasi pelayanan publik, peningkatan keterampilan anak muda, akses air bersih, bantuan seragam sekolah, pengelolaan sampah, jaminan sosial, hingga pembangunan stadion.

Paparan itu disampaikan Munafri saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus dan Budaya Akademik (PKKBA) di Kabupaten Gowa, Selasa (20/10/2026). Mengangkat tema “Kota Makassar sebagai Smart City”, ia menjelaskan strategi pemerintah kota dalam menjawab tantangan perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia. Namun, ia ingin peran kota ini berkembang lebih jauh.

“Kota Makassar tetap menjadi pintu gerbang kawasan timur Indonesia, saya tidak mau Kota Makassar ini hanya menjadi pintu gerbang. Saya mau Kota Makassar ini menjadi ruang tamu Indonesia,” kata Appi.

Menurutnya, pembangunan Makassar perlu ditopang pelayanan publik yang berkualitas, penguatan sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Makassar sebagai kota yang inklusif, dengan pelayanan tanpa membedakan asal, agama, warna kulit, maupun latar belakang masyarakat.

“Makassar harus menjadi kota untuk semua. Kota yang melayani masyarakatnya tanpa sekat, tanpa membeda-bedakan asal, warna kulit, agama, dan latar belakang lainnya,” ujarnya.

Tujuh program prioritas pembangunan Makassar

Dalam pemaparannya, Appi menjelaskan tujuh program Sapta MULIA yang menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Makassar.

1. Lontara Plus, integrasi layanan digital

Program pertama adalah Lontara Plus, platform digital terintegrasi untuk menyatukan berbagai layanan dan aplikasi milik organisasi perangkat daerah (OPD).

Appi menyebut sebelumnya terdapat sekitar 350 aplikasi yang berjalan secara terpisah di lingkungan Pemkot Makassar. Integrasi melalui Lontara Plus diharapkan memudahkan akses layanan, pengelolaan data, serta pengawasan kinerja pemerintahan.

Melalui platform tersebut, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan. Appi mengatakan pengaduan ditargetkan mendapat respons dalam waktu 2 kali 24 jam.

“Pengaduan masyarakat harus langsung direspons dalam waktu 2 kali 24 jam. Kalau tidak, aduan itu langsung masuk ke nomor saya,” ungkapnya.

2. Makassar Creative Hub, perluas keterampilan anak muda

Program kedua adalah Makassar Creative Hub, fasilitas pengembangan keterampilan dan kreativitas masyarakat, terutama generasi muda.

Menurut Appi, fasilitas ini menyediakan pelatihan gratis dalam berbagai bidang, mulai dari tata rias hingga barista. Makassar Creative Hub saat ini beroperasi di kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara.

Pemkot Makassar juga menargetkan penambahan lokasi secara bertahap agar akses masyarakat terhadap pelatihan dan peluang kerja semakin luas.

Ia menyebut program tersebut turut membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Apple Academy dan Netflix, untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

3. Perluasan akses air bersih

Program ketiga menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui perluasan akses air bersih.

Appi menjelaskan, Pemkot Makassar memberikan sambungan air bersih gratis bagi warga yang belum mendapatkan layanan perpipaan, disertai pembenahan jaringan untuk mendukung distribusi air.

Menurutnya, akses air bersih perlu dipenuhi secara merata, terlebih ketika masyarakat menghadapi musim kemarau berkepanjangan.

4. Seragam sekolah gratis untuk siswa baru

Program keempat berupa bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri di Makassar.

Appi menyebut program tersebut masih dalam proses dengan sasaran sekitar 33.000 anak. Bantuan ini diharapkan meringankan pengeluaran rumah tangga sehingga anggaran keluarga dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.

“Yang kami lakukan adalah mengurangi beban rumah tangganya. Biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli seragam bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya,” jelasnya.

5. Pengelolaan sampah dari sumbernya

Program kelima menitikberatkan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah menjadi kompos dan produk bernilai ekonomi.

Appi menilai persoalan sampah tidak cukup ditangani dengan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir. Keterlibatan masyarakat dibutuhkan agar volume sampah dapat ditekan dan hasil pengolahannya memberikan manfaat ekonomi.

Pemkot Makassar juga mendorong pengelolaan TPA Tamangapa, pemanfaatan kompos untuk urban farming, serta pengembangan energi dari gas metana sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.

6. Makassar Berjasa, perlindungan pekerja rentan

Program keenam adalah Makassar Berjasa atau Makassar Berbagi Jaminan Sosial, yang ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan dan kelompok masyarakat tanpa penghasilan tetap.

Dalam pemaparannya, Appi menyebut perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dialokasikan bagi sekitar 81.000 pekerja rentan, termasuk pekerja sektor keagamaan. Ia juga menyebut sekitar 45.000 warga mendapatkan jaminan hari tua.

Menurutnya, perlindungan sosial penting untuk membantu keluarga menghadapi risiko ekonomi ketika pencari nafkah mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.

“Ini penting. Inilah jaminan sosial yang harus kita jalankan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki perlindungan ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tuturnya.

7. Pembangunan Stadion Makassar

Program ketujuh adalah pembangunan Stadion Makassar yang diharapkan menjadi fasilitas olahraga sekaligus penggerak kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Appi menilai stadion tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas pariwisata, perhotelan, kuliner, perdagangan, dan usaha lainnya.

Berbekal pengalamannya sebagai mantan CEO PSM Makassar, ia menilai stadion dengan standar memadai diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala nasional maupun internasional.

Dalam pemaparannya, Appi menyebut pembangunan stadion ditargetkan rampung pada Desember 2027, dengan pembiayaan yang direncanakan bersumber dari APBD.

Makassar diarahkan tumbuh lebih inklusif

Selain memaparkan tujuh program prioritas, Appi menyampaikan sejumlah indikator pembangunan Makassar. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi mencapai 7,04 persen, meningkat dari 6,61 persen pada kuartal sebelumnya.

Ia juga memaparkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 85,66, tingkat kemiskinan 4,24 persen berdasarkan data BPS, serta tingkat pengangguran terbuka sebesar 9,60 persen.

Menurut Appi, capaian tersebut perlu diikuti pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

Paparan di hadapan praja IPDN itu menjadi kesempatan bagi Pemkot Makassar untuk memperkenalkan arah kebijakan pembangunan kota, mulai dari transformasi digital hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui Sapta MULIA, pemerintah kota menempatkan perbaikan layanan, pengembangan sumber daya manusia, perlindungan sosial, dan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang nyaman dan terbuka bagi seluruh masyarakat. (*)

Exit mobile version