Sebuah SUV BYD Fang Cheng Bao 8 menjadi sorotan setelah rekaman yang beredar di media sosial China memperlihatkan kendaraan tersebut bergerak dengan tiga roda di jalan umum, sementara roda depan kirinya terangkat bersama gembok roda berbahan logam yang masih terpasang.
Rekaman itu dilaporkan berasal dari kawasan komersial di Jinshan, Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China. Di sekitar kendaraan terlihat mobil yang terparkir, lalu lintas lain, pertokoan, serta pejalan kaki. Informasi tersebut dilaporkan CarNewsChina pada 17 Oktober 2026.
Mobil tersebut dikenal sebagai Fang Cheng Bao Bao 8 di pasar China dan dipasarkan dengan nama Denza B8 di sejumlah pasar luar negeri.
Penampakan ini menarik perhatian karena mengingatkan pada demonstrasi teknologi suspensi hidraulik DiSus-P Ultra milik BYD pada Mei 2026. Dalam demonstrasi di area pengujian, sistem tersebut memungkinkan kendaraan mengangkat satu roda dan tetap bergerak menggunakan tiga roda lainnya.
Namun, berbeda dari demonstrasi di lintasan pengujian, rekaman terbaru tampak memperlihatkan kendaraan bergerak di jalan yang digunakan bersama oleh pengguna jalan lain.
Belum ada informasi terverifikasi mengenai alasan penjepit roda dipasang, identitas pengemudi, maupun kondisi lengkap yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Suspensi hidraulik DiSus-P Ultra jadi sorotan
BYD memperkenalkan Bao 8 Flash Charge Edition di China pada 13 Mei 2026. Varian tersebut dibekali sistem kendali bodi hidraulik DiSus-P Ultra yang dirancang untuk mengatur posisi roda dan ketinggian bodi kendaraan. Harga awal yang diumumkan untuk model itu sebesar 419.800 yuan atau sekitar 61.600 dolar AS.
Dalam demonstrasi pabrikan, sistem tersebut diperlihatkan mampu mengangkat roda secara individual, membantu proses penggantian roda tanpa dongkrak konvensional, serta memungkinkan kendaraan bergerak dengan tiga roda pada kecepatan rendah.
Spesifikasi yang dilaporkan mencakup rentang penyesuaian suspensi hingga 200 milimeter, ketinggian angkat satu roda hingga 300 milimeter, serta kapasitas angkat maksimum sembilan ton metrik.
BYD juga menyebut batas kecepatan maksimum 15 kilometer per jam untuk mode berkendara dengan tiga roda dalam demonstrasi yang dilakukan pada Mei lalu. Angka tersebut merupakan spesifikasi yang dilaporkan untuk sistem, bukan hasil pengukuran terhadap kendaraan dalam video yang beredar.
Rekaman di jalan umum memunculkan pertanyaan keselamatan
Meski teknologi tersebut telah diperagakan di area pengujian, kemunculan kendaraan dengan satu roda terangkat di jalan umum menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan pengguna jalan.
Dalam rekaman yang beredar, SUV itu tampak bergerak di antara kendaraan lain dan pejalan kaki. Kondisi tersebut berbeda dari pengujian terkontrol yang dilakukan pabrikan.
Kemampuan teknis mengangkat satu roda tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa penggunaan konfigurasi tersebut aman dalam semua kondisi lalu lintas. Kecepatan kendaraan, kondisi permukaan jalan, situasi sekitar, dan cara sistem digunakan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menilai keselamatannya.
Belum ada kepastian pelanggaran hukum
Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas China. Pasal 21 Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Jalan China mengatur persyaratan keselamatan kendaraan sebelum digunakan di jalan serta larangan mengemudikan kendaraan yang memiliki potensi bahaya keselamatan.
Meski demikian, rekaman yang beredar belum cukup untuk memastikan apakah tindakan dalam video tersebut memenuhi unsur pelanggaran tertentu. Belum ada konfirmasi yang tersedia dalam laporan sumber mengenai sanksi resmi atau tindakan penegakan hukum yang berkaitan dengan kejadian itu.
Dengan demikian, video tersebut memperlihatkan penggunaan teknologi suspensi dalam situasi yang tidak biasa, tetapi alasan pemasangan penjepit roda, konteks kejadian, dan status hukumnya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. (*)

