Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi TPQ (FKTPQ) Kota Makassar di Masjid Raya Makassar, Jalan Bulu Saraung, Sabtu (24/10/2026).
MAKASSAR — Sebanyak 1.500 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mengikuti Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi TPQ (FKTPQ) Kota Makassar di Masjid Raya Makassar, Jalan Bulu Saraung, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini menjadi evaluasi kemampuan santri dalam membaca dan menulis Al-Qur’an sebelum mengikuti wisuda akbar FKTPQ Kota Makassar yang direncanakan berlangsung pada akhir November 2026.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini untuk membangun generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Menurut Munafri, munaqasyah bukan hanya menjadi sarana mengukur pemahaman santri terhadap materi pembelajaran, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan memberantas buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Ini penting sekali, karena hari ini anak-anakku sekalian akan diuji, bagaimana pelajaran-pelajaran yang selama ini didapatkan benar-benar bisa dipahami dengan baik,” ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengapresiasi Kementerian Agama Kota Makassar serta para pengelola TPQ yang berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan bagi anak-anak.
Ia menegaskan, pendidikan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca kitab suci dengan baik dan benar. Pembelajaran tersebut juga harus menjadi landasan dalam membentuk moral, karakter, dan keimanan anak.
“Sangat bermanfaat, dari kegiatan ini kita mengharapkan lahirnya generasi-generasi Qur’an, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi punya akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” tuturnya.
Appi menilai keberadaan TPQ menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar. Karena itu, ia berharap lembaga pendidikan tersebut terus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan kepada para santri.
“Pendidikan Al-Qur’an ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagaimana membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga bagaimana kita hidup dengan baik ketika bersanding dengan Al-Qur’an,” jelasnya.
Di hadapan para peserta, Appi juga memberikan motivasi agar mereka menjalani ujian dengan tenang, fokus, dan percaya diri. Ia meminta santri menjadikan hasil munaqasyah sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan belajar.
“Jangan tegang, jangan takut. Ikuti ujiannya dengan baik, fokus, dan konsentrasi. Kalau masih ada yang belum bisa dijawab, jadikan itu motivasi untuk terus belajar,” pesannya.
Selain kepada santri, Appi mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam mendampingi perkembangan anak. Ia juga meminta pengurus TPQ menjaga amanah dan terus meningkatkan mutu pembelajaran.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan Al-Qur’an membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, pengurus TPQ, guru mengaji, dan keluarga.
Appi turut menyampaikan rencana wisuda santri TPQ se-Kota Makassar yang diproyeksikan diikuti sekitar 5.000 santri. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada akhir November sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.
Munaqasyah Jadi Tolok Ukur Kemampuan Santri
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Muhammad Syarief, menjelaskan bahwa munaqasyah bukan sekadar ujian akhir, tetapi juga instrumen untuk mengevaluasi hasil pembelajaran santri di TPQ.
Menurutnya, penilaian mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an, ketepatan tajwid, serta hafalan surat-surat pendek sesuai materi yang telah dipelajari.
“Ini merupakan ujian akhir untuk menguji kembali kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an anak-anak. Hasilnya menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran mereka selama ini,” jelasnya.
Syarief menegaskan, keikutsertaan dalam munaqasyah tidak otomatis membuat seluruh peserta dinyatakan lulus. Santri yang belum memenuhi standar kemampuan akan diberikan kesempatan mengikuti ujian kembali pada tahun berikutnya.
“Jadi, ini masih tahapan ujian. Tidak serta-merta semua dinyatakan lulus. Bagi yang belum memenuhi kriteria, akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian kembali pada tahun mendatang,” ujarnya.
Ia berharap syahadah atau ijazah yang diberikan kepada santri nantinya benar-benar mencerminkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami dasar-dasar Al-Qur’an. Pelaksanaan munaqasyah juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di TPQ yang tergabung dalam FKTPQ Kota Makassar.
Syarief menambahkan, wisuda akbar pada akhir November mendatang akan menjadi agenda lanjutan yang mempertemukan ribuan santri dari berbagai TPQ di Makassar.
Melalui tahapan pembelajaran dan evaluasi yang terukur, Pemerintah Kota Makassar berharap pendidikan Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat karakter, akhlak, dan keimanan anak sejak dini.
Upaya tersebut diharapkan turut mendukung lahirnya generasi Makassar yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. (*)




