Site icon macassar.id

Hadiri Tudang Sipulung KKSS, Kapolda Kaltara Titip Tiga Peran Penting bagi Warga Sulsel

IMG-20261029-WA0011

TANJUNG SELOR — Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara), Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, mengajak warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus pelopor kebaikan di tengah keberagaman.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Tudang Sipulung yang digelar Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Utara di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor, Rabu (28/10/2026) malam.

Dalam arahannya, Andi Syahriful menitipkan tiga peran utama kepada warga KKSS di Kalimantan Utara. Ketiganya adalah duta kamtibmas, jembatan kemitraan antara polisi dan masyarakat, serta pelopor penyebar kebaikan.

“Saya hanya menaruh harapan besar agar warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kaltara mampu mengemban tiga peran utama sebagai duta. Pertama, sebagai duta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebagai Kapolda, saya secara resmi mendaulat warga KKSS Kaltara sebagai duta kamtibmas. Kedua, menjadi jembatan kemitraan antara polisi dan masyarakat. Serta ketiga, menjadi pelopor penyebar kebaikan,” ujar Andi Syahriful.

Ia menegaskan, penegakan hukum di Kalimantan Utara berlaku adil tanpa membedakan suku maupun latar belakang masyarakat. Karena itu, ia berharap warga perantauan asal Sulawesi Selatan turut mengambil bagian dalam menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang aman.

Menurutnya, keharmonisan antarkelompok masyarakat perlu dijaga bersama agar Kalimantan Utara dapat menjadi contoh kehidupan yang damai di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya.

“Saya pribadi telah tiga kali menerima penghargaan dari para tokoh adat Dayak yang sudah menganggap saya seperti anak dan keluarga sendiri. Karena itu, masyarakat asal Sulawesi Selatan pun harus berdiri di barisan terdepan dalam menyebarkan kebaikan. Keharmonisan dan kedamaian di Kaltara ini sepatutnya mampu menjadi role model atau percontohan keteladanan yang nyata,” tuturnya.

Kapolda juga mengajak keluarga besar KKSS untuk terus menebarkan kebaikan tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun kelompok. Ia berharap organisasi tersebut tetap menjadi ruang pemersatu warga Sulawesi Selatan di perantauan.

“Ajaklalo tapakasiri ka (jangan sampai mempermalukan saya) selaku Kapolda Kaltara, dan saya memohon dukungan penuh dalam menjalankan amanah ini selama bertugas di Kaltara. Di mana pun bumi dipijak, kita wajib terus menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat kita berada,” kata Andi Syahriful.

Pemprov Kaltara Dorong Perantau Sulsel Berkontribusi

Dalam kegiatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan dalam pembangunan daerah dan pemeliharaan persaudaraan.

Sambutan tertulis gubernur dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, dr. H. Usman. Dalam amanatnya, gubernur menekankan bahwa tradisi Tudang Sipulung bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan juga ruang musyawarah dan penguatan kebersamaan.

Ia mengingatkan bahwa menjaga kedamaian dan stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah maupun aparat TNI-Polri, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memupuk sikap saling menghormati serta mengedepankan ikhtiar musyawarah dalam mengelola keberagaman demi mewujudkan cita-cita bersama. Jangan biarkan perbedaan memicu perpecahan; sebaliknya, jadikan kemajemukan ini sebagai modal sosial untuk memupuk persatuan,” demikian pesan Zainal dalam sambutan tertulisnya.

Pemprov Kaltara juga berharap KKSS berperan dalam pemberdayaan ekonomi warga, peningkatan kapasitas generasi muda, pelestarian seni dan budaya, serta pemeliharaan kondusivitas daerah.

Gubernur menilai nilai budaya Sulawesi Selatan, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, dapat menjadi landasan dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat. Ketiganya mengandung makna saling memanusiakan, menghargai, dan mengingatkan.

Tudang Sipulung Jadi Ruang Konsolidasi KKSS

Sementara itu, Karetaker BPW KKSS Kaltara, Dr. Chaerul Amir, mengatakan KKSS menjadi wadah pemersatu warga Sulawesi Selatan di perantauan melalui silaturahmi dan semangat kekeluargaan.

Ia mengajak warga menjaga kebersamaan sebagaimana ditekankan Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat Menteri Pertanian RI.

“Kita patut mensyukuri momentum kebersamaan dalam rumah besar KKSS ini, sebagaimana yang senantiasa ditekankan oleh Ketua Umum BPP KKSS, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian RI, mengenai krusialnya rasa kekeluargaan sebagai perekat utama warga Sulawesi Selatan di perantauan,” ujar Chaerul.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Kaltara, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kaltara Herman, Wakil Ketua DPRD Kaltara, Kepala Kejaksaan Negeri Bulungan Andi Helmi Adam, para ketua DPD KKSS se-Kalimantan Utara, Ketua IWSS Kaltara Hj. Dara AR Rasyid, Ketua IPSS, serta warga Sulawesi Selatan di wilayah tersebut.

Tudang Sipulung ini juga menjadi ruang bertukar pandangan dan membangun kesepahaman menjelang Musyawarah Wilayah KKSS untuk memilih jajaran pengurus organisasi di Kalimantan Utara.

KKSS merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang didirikan di Jakarta pada 12 November 1976 oleh 26 tokoh perantau asal Sulawesi Selatan. Organisasi ini berlandaskan asas kekeluargaan dan bertujuan mempererat silaturahmi warga perantauan dengan tetap menjunjung nilai budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. (*)

Exit mobile version