
MAKASSAR–-Sambil menunggu proses verifikasi data Data Terpadu Sosial dan Tenaga Kerja (DTSTN) dan pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap pertama, Pemerintah memastikan tiga program bantuan sosial (bansos) besar telah digulirkan dan dapat dinikmati oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sepanjang Januari 2026. Langkah ini untuk menjaga kesinambungan bantuan meskipun proses administratif masih berlangsung.
Akurasi Data Jadi Fondasi Penting
Menteri Sosial, Saifulah Yusuf (Gus Ipul), menekankan bahwa akurasi dan pemutakhiran data hingga tingkat desa adalah kunci utama agar negara benar-benar hadir bagi warga yang selama ini luput dari intervensi pemerintah. Data DTSTN, yang sudah berisi pemeringkatan warga dari desil 1 hingga 10, menjadi fondasi utama penyusunan kebijakan perlindungan sosial.
“Dalam DTSTN sudah ada pemeringkatan mulai dari desil 1 sampai dengan desil 10. Ini penting sebagai dasar pensasaran program,” tegas Gus Ipul.
Pemutakhiran data DTSTN akan dilakukan secara dinamis setiap tiga bulan sekali berdasarkan kondisi riil masyarakat. “Bisa jadi ada yang di triwulan pertama dapat bantuan dan mungkin untuk selanjutnya tidak lagi,” jelasnya. Mekanisme ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan meminimalisir kebocoran.
Meski proses verifikasi lapangan dan administratif oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos) masih intensif dilakukan, tiga bansos berikut telah aktif disalurkan untuk mendukung KPM.
Tiga Bansos yang Telah Aktif
- Program Indonesia Pintar (PIP) Termin 3 Susulan:
- Status: Dicairkan sejak awal hingga 31 Januari 2026.
- Sasaran: Siswa dari keluarga miskin/rentan yang datanya baru lengkap atau terlambat di periode sebelumnya.
- Nominal: Bervariasi sesuai jenjang: SD/TK/PAUD Rp450.000/tahun, SMP Rp750.000/tahun, SMA/SMK Rp1,8 juta/tahun.
- Cek Status: melalui situs pip.kemdikbud.go.id atau aplikasi SIPINTAR.
- Bantuan Iuran JKN (PBI JKN):
- Status: Aktivasi/perpanjangan iuran berlaku sepanjang Januari 2026.
- Manfaat: Menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan melalui BPJS Kesehatan.
- Cek Status: melalui aplikasi Mobile JKN, situs BPJS Kesehatan, atau cekbansos.kemensos.go.id.
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG):
- Status: Telah digulirkan serentak sejak 8 Januari 2026.
- Sasaran: Diperluas untuk ibu hamil, balita, anak sekolah (TK-SMA), lansia di atas 75 tahun, dan penyandang disabilitas.
- Skala: Anggaran Rp35 triliun pada 2026, menargetkan 82,9–90 juta penerima. Hingga pertengahan Januari telah menjangkau sekitar 59,86 juta penerima di 38 provinsi.
- Penyaluran: Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di sekolah dan wilayah 3T.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis adalah jawaban negara atas masalah gizi anak. “Di mana banyak anak hanya makan nasi dengan daun-daunan,” ujarnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bansos yang telah tersedia sambil menunggu penyelesaian verifikasi data untuk program lainnya. Informasi resmi dan pemutakhiran terkait status bansos dapat dipantau melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau kanal komunikasi resmi Kementerian Sosial. (*)
Sumber: Youtube Info Bansos






