
MAKASSAR – Wajah Jalan Poros Asrama Haji, Kelurahan Bakung, kini tampak lebih lega. Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Biringkanaya melakukan aksi nyata penataan ruang publik dengan menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menjadi “biang” kemacetan musiman, Jumat (30/1/2026).
Penertiban yang berlangsung pukul 13.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Lurah Bakung, Nani Handayani, dengan dukungan penuh Camat Biringkanaya, Juliaman, serta dikawal personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.
Lapak 10 Tahun di Atas Drainase Akhirnya Dibongkar
Camat Biringkanaya, Juliaman, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan hasil survei dan sosialisasi panjang. Terdapat delapan lapak permanen yang tercatat sudah berdiri selama kurang lebih 10 tahun di atas saluran drainase dan tepat di depan pagar Asrama Haji.
“Kondisi ini sangat mengganggu ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas, apalagi saat musim haji tiba. Alhamdulillah, setelah tiga kali sosialisasi, sudah ada kesepakatan pembongkaran secara damai dan humanis,” ujar Juliaman.
Tak hanya di depan Asrama Haji, petugas juga membersihkan lapak liar di depan SLB 2 Makassar. Pihak sekolah menyambut positif langkah ini karena akses dan estetika lingkungan pendidikan yang selama ini tertutup lapak kini kembali asri.
Solusi Bukan Pengusiran: Relokasi ke Terminal Daya
Berbeda dengan penertiban yang sering memicu konflik, Pemkot Makassar kali ini hadir dengan solusi konkret. Para pedagang yang terdampak tidak dibiarkan kehilangan mata pencaharian, melainkan diarahkan ke lokasi yang lebih layak.
Juliaman menegaskan bahwa aksi hari ini adalah kelanjutan dari penertiban di Jalan Pajjayang (depan GOR Sudiang) sebelumnya. Pemkot Makassar berkomitmen akan terus menyisir titik-titik lain yang menyalahi peruntukan ruang.
“Kami mengajak pelaku usaha mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Penertiban ini akan terus kami lakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya. (*)




