
Jakarta – Kementerian Keuangan memastikan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, dan Polri akan direalisasikan pada pekan-pekan awal bulan suci Ramadan 1447 H. Anggaran yang disiapkan untuk tahun ini mencapai Rp55 triliun, naik dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp49,9 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama tahun 2026.
Strategi Fiskal di Awal Tahun
Dalam paparannya pada acara Indonesian Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Purbaya menjelaskan bahwa pos anggaran THR telah masuk dalam proyeksi belanja negara untuk periode Januari-Maret 2026. Secara total, pemerintah mengalokasikan belanja sebesar Rp809 triliun pada kuartal I tahun ini.
“Kita targetkan awal puasa, THR sudah bisa masuk ke rekening para penerima. Ini penting untuk menjaga daya beli,” ujar Purbaya saat dikonfirmasi lebih lanjut, Sabtu (14/2/2026).
Selain THR, pemerintah juga mempercepat eksekusi berbagai program prioritas lain di awal tahun, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelontorkan dengan anggaran mencapai Rp62 triliun.
Reformasi Penerimaan Negara
Untuk memastikan pengeluaran sebesar ini tetap selaras dengan kesehatan fiskal, pemerintah tengah menggenjot sisi penerimaan. Purbaya menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah perubahan struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pengumpulan pendapatan negara dari sektor pajak dan cukai.
Dengan target pendapatan negara yang dipatok lebih dari Rp3.000 triliun, pemerintah tetap menerapkan kebijakan fiskal ekspansif. Adapun defisit anggaran dalam APBN diperkirakan berada di kisaran Rp689 triliun.
“Prinsipnya, kami ingin mengakselerasi belanja di kuartal pertama. Semua pengeluaran yang memungkinkan untuk direalisasikan lebih awal akan dikeluarkan, agar mesin pertumbuhan ekonomi bisa terus berputar kencang,” tegasnya.





