Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Douglas Pamino Nainggolan, memimpin pelaksanaan apel pagi jajaran Kejati Sulsel pada Senin (31/8/2026).
Makassar — Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Douglas Pamino Nainggolan, memimpin pelaksanaan apel pagi jajaran Kejati Sulsel pada Senin (31/8/2026). Dalam amanatnya di hadapan para Asisten, Koordinator, dan seluruh pegawai, ia menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas kedisiplinan jajaran yang hadir dalam apel pagi tersebut.
Apel pagi yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bagi jajaran Kejati Sulsel untuk memperkuat semangat kebersamaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari. Douglas menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan fungsi kejaksaan, baik di bidang penuntutan, intelijen, maupun tindak pidana khusus.
Fokus utama arahan Aspidsus pada apel kali ini adalah mengingatkan seluruh pegawai untuk berpartisipasi aktif menyukseskan rangkaian Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-81 Kejaksaan RI. Ia meminta seluruh panitia dan pegawai terus berkoordinasi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut berjalan khidmat, lancar, dan tertib.
Rangkaian Agenda Harlah ke-81 Kejaksaan RI di Kejati Sulsel
Terdapat tiga agenda penting yang harus dipersiapkan oleh jajaran Kejati Sulsel dalam rangka memperingati Harlah Kejaksaan ke-81. Ketiga agenda ini dirancang untuk menghormati perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan kejaksaan.
Agenda pertama akan dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, yaitu ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pendahulu yang telah berjasa bagi bangsa dan negara, khususnya di lingkungan kejaksaan.
Ziarah ke TMP Panaikang menjadi tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Harlah Kejaksaan. Kegiatan ini diisi dengan doa bersama, tabur
Masih pada hari yang sama, Selasa (1/9/2026), rangkaian acara dilanjutkan dengan bakti sosial donor darah yang akan berlangsung di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel. Kegiatan donor darah ini merupakan wujud kepedulian sosial jajaran Kejati Sulsel terhadap masyarakat luas.
Kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk pengabdian kejaksaan di luar ranah hukum. Dengan menyumbangkan darah, para pegawai Kejati Sulsel menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berdedikasi dalam penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
Puncak rangkaian peringatan Harlah Kejaksaan ke-81 akan dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, berupa Upacara Peringatan Harlah ke-81 Kejaksaan RI yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai. Upacara ini akan dirangkaikan dengan acara syukuran di lingkungan Kejati Sulsel.
Upacara peringatan menjadi momen penting bagi seluruh jajaran kejaksaan untuk merefleksikan perjalanan institusi selama 81 tahun serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum. Acara syukuran yang menyertainya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpegawai.
Komitmen Kejati Sulsel dalam Menyukseskan Harlah
Douglas Pamino Nainggolan dalam amanatnya menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Harlah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa kejaksaan sebagai garda terdepan penegakan hukum harus terus menjaga integritas dan kepercayaan publik.
“Kedisiplinan dan partisipasi aktif seluruh pegawai dalam rangkaian Harlah ini sangat kami harapkan. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai ajang introspeksi dan peningkatan kinerja,” ujar Douglas dalam amanatnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian acara. Koordinasi yang baik antarpanitia dan seluruh pegawai dinilai menjadi kunci suksesnya pelaksanaan Harlah ke-81 Kejaksaan RI di lingkungan Kejati Sulsel.
Dengan persiapan yang matang dan semangat kebersamaan, peringatan Harlah Kejaksaan ke-81 di Kejati Sulsel diharapkan berjalan khidmat dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Semangat pengabdian dan profesionalisme yang terpatri dalam peringatan ini akan terus menjadi pedoman bagi jajaran kejaksaan dalam menjalankan tugas ke depan. (*)





