Kegiatan edukatif yang diprakarsai oleh Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa ini berlangsung meriah di Gedung Lestari 45 Makassar pada Jumat (4/9/2026).
MAKASSAR — Ratusan generasi muda se-Kota Makassar berkumpul memamerkan kreativitas dan keterampilan teknis dalam ajang Green Hospitality Competition 2026. Kegiatan edukatif yang diprakarsai oleh Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa ini berlangsung meriah di Gedung Lestari 45 Makassar pada Jumat (4/9/2026).
Ajang tahunan ini dirancang khusus sebagai wadah pembinaan generasi muda agar lebih mengenal industri perhotelan (hospitality) dan gastronomi modern. Mengusung tema “Inspiring Young Generation through Green Hospitality, Culinary Excellence, and Sustainable Entrepreneurship”, acara ini berhasil menarik perhatian tak kurang dari 250 peserta dari 15 SMA/SMK sederajat di Makassar. Angka partisipasi tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Tiga Kategori Lomba dan Edukasi Keberlanjutan
Guna memberikan pemahaman praktis mengenai industri perhotelan yang ramah lingkungan, panitia menyajikan tiga cabang kompetisi utama:
Mocktail Creation Competition: Tantangan meracik dan menyajikan minuman nonalkohol berfokus pada cita rasa, estetika penyajian, higienitas, serta teknik pembuatannya.
Folding Napkin Competition: Lomba seni melipat serbet meja yang menguji ketelitian, kecepatan, serta estetika visual sebagai salah satu standar pelayanan hospitality profesional.
3R Competition (Reduce, Reuse, Recycle): Kompetisi pemanfaatan limbah anorganik menjadi barang berguna atau karya seni bernilai ekonomis tinggi.
Ketua Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa, Riska Veronika, S.ST., M.Par., menegaskan bahwa ajang ini bertujuan membuka wawasan pelajar mengenai ekosistem perhotelan yang mulai beradaptasi dengan isu keberlanjutan global.
“Kami ingin kompetisi ini tidak sekadar menjadi tempat menguji keterampilan, tetapi juga ruang belajar holistik tentang bagaimana industri hospitality terus berkembang dengan memperhatikan aspek lingkungan serta kewirausahaan,” jelas Riska.
Talkshow Daur Bumi: Mengubah Limbah Menjadi Peluang Usaha
Tidak hanya kompetisi fisik, acara ini diisi dengan Talkshow Daur Bumi bertajuk “Mengubah Kreativitas Menjadi Peluang Bisnis Berkelanjutan”. Diskusi interaktif ini menghadirkan dua pakar yang memberikan pandangan komprehensif dari sudut pandang ekologi dan bisnis.
Kepala Bidang Persampahan LB3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Aswin Kartapati Harun, S.STP., M.Si., memaparkan strategi pengelolaan sampah perkotaan serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian bumi.
Sementara itu, Manajer Inkubator UMKM Kota Makassar, Khairul Umam, S.T., M.T., mengulas cara mengolah ide kreatif ramah lingkungan menjadi produk bernilai jual. Ia juga menjelaskan kemudahan skema dukungan pemerintah bagi pelaku UMKM pemula.
Ketua Panitia, Muh. Abiyyu Aiman Masri, mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme para pelajar yang hadir. Ia berharap pengalaman yang didapatkan para peserta dapat menjadi bekal berharga untuk karier mereka di masa depan.
Pameran Karya, Support UMKM, dan Aksi Kemanusiaan
Suasana acara semakin semarak dengan hadirnya Hospitality Expo, pameran karya mahasiswa, serta Bazaar UMKM Kuliner. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan usaha lokal, panitia memberikan fasilitas stan atau tenant secara gratis tanpa dipungut biaya sewa kepada para pelaku usaha mikro.
Kehadiran stan kuliner gratis ini memberi kesempatan langsung bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya kepada ratusan pengunjung, mahasiswa, dan tamu undangan. Langkah ini sekaligus menjadi simulasi wirausaha nyata bagi para peserta kompetisi.
Sebelum kegiatan puncak digelar, panitia juga menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi penggalangan dana bertajuk “Bersama Kita, Ringankan Beban, Pulihkan Harapan”. Bantuan senilai Rp10.600.000 dalam bentuk dana tunai dan paket sembako disalurkan kepada warga korban bencana kebakaran di Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Makassar.
Penyelenggaraan acara sukses ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Bosowa Corporindo, PT Ceria Nugraha Indotama, Cafe Mama, Hotel Aryaduta Makassar, Novotel Makassar Grand Shayla, dan OMG. (*)






