
MAKASSAR — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar memperkuat edukasi keluarga mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui kegiatan Penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB).
Kegiatan yang berlangsung di RW 05 tersebut diikuti kader BKB dan para ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta).
Penyuluhan disampaikan oleh Hadasiah dengan materi yang menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
Peserta mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola pengasuhan, serta stimulasi yang sesuai untuk mendukung perkembangan anak pada periode tersebut.
Melalui penyuluhan ini, orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak, termasuk aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, dan stimulasi.
Kepala DPPKB Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan, mengatakan periode 1.000 HPK merupakan fase penting yang perlu mendapat perhatian dari keluarga.
“Periode 1.000 HPK merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Melalui penyuluhan ini, diharapkan orang tua semakin memahami perannya dalam mewujudkan anak yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujarnya.
Menurut Irwan, edukasi kepada orang tua menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pengasuhan anak sejak usia dini.
Karena itu, kegiatan BKB diarahkan menjadi ruang bagi keluarga untuk memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Penyuluhan juga melibatkan kader BKB dan tenaga penyuluh sebagai bagian dari pendekatan berbasis keluarga. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan anak sejak dini.
DPPKB Makassar menempatkan edukasi keluarga sebagai salah satu bagian dalam mendukung pembangunan keluarga, termasuk melalui penguatan pengetahuan orang tua mengenai pengasuhan dan kebutuhan anak pada periode awal kehidupan. (*)






