PLN UIP Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air untuk masyarakat Kaluku Bodoa yang menjangkau 51 RT.
MAKASSAR — Akses air bersih warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, diperkuat melalui penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air oleh PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Desa Siaga Bencana bertajuk “Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa”. Sarana air bersih itu menjangkau masyarakat di 51 RT.
Dukungan tersebut terutama dirasakan warga di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan air saat musim kemarau.
Di RW 02, RW 03, dan RW 04, sumur bor dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci. Sementara di kawasan pesisir RW 05, tandon air digunakan untuk menjaga ketersediaan air melalui suplai berkala yang dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Ketua Satgas Kaltana Kaluku Bodoa, Hanna, mengatakan keberadaan sarana tersebut membantu warga menghadapi persoalan air bersih, terutama ketika musim kemarau.
“Alhamdulillah, yang dulunya warga di RW 02, 03, dan 04 susah mendapatkan air, sekarang sudah tidak lagi. Adanya sumur bor sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi,” ujar Hanna.
Menurut dia, kebutuhan air di kawasan pesisir RW 05 juga terbantu dengan keberadaan tandon yang mendapat suplai dari BPBD.
“Setelah sebelumnya dilakukan bedah sumur, sekarang suplai air juga sudah lancar sehingga kekeringan tidak terlalu terasa,” lanjutnya.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Silaen, mengatakan penyediaan sarana air bersih merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko kekeringan.
“Melalui Program Desa Siaga Bencana, kami berupaya menghadirkan dukungan yang dapat dirasakan dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Keberadaan sumur bor dan tandon air ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat saat menghadapi musim kemarau,” ujar Donald.
Tak Hanya Sarana Air Bersih
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana air bersih. PLN UIP Sulawesi bersama para pemangku kepentingan juga mendorong peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana.
Pelatihan yang diberikan mencakup mitigasi kekeringan dan kebakaran, pembentukan kader perempuan siaga bencana, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta evakuasi mandiri.
Warga juga mendapat edukasi mengenai keselamatan kelistrikan rumah tangga dan pencegahan kebakaran.
Melalui Program Desa Siaga Bencana, PLN UIP Sulawesi mendorong penguatan Kaltana Kaluku Bodoa agar masyarakat semakin siap mencegah dan merespons risiko bencana.
Penyediaan sarana air bersih yang menjangkau 51 RT, disertai peningkatan kapasitas masyarakat, diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus memperkuat ketangguhan warga menghadapi kekeringan dan kondisi darurat lainnya. (*)





