Munafri Arifuddin ditetapkan memimpin Demokrat Sulsel untuk lima tahun ke depan dalam forum yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jumat (23/10/2026) malam.
MAKASSAR — Munafri Arifuddin alias Appi resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Setelah penetapan dalam Musyawarah Daerah (Musda) V melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), Appi langsung menyiapkan konsolidasi dan pembentukan kepengurusan baru.
Wali Kota Makassar tersebut ditetapkan memimpin Demokrat Sulsel untuk lima tahun ke depan dalam forum yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jumat (23/10/2026) malam.
Appi kini memiliki waktu 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan bersama tim formatur. Tahapan awal ini akan difokuskan pada pemetaan kapasitas kader, penentuan komposisi pengurus, dan penguatan soliditas organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026), Appi menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan bukan sekadar mengisi posisi dalam struktur organisasi. Menurut dia, setiap kader perlu dikenali berdasarkan kapasitas, pengalaman, dan potensi agar dapat ditempatkan sesuai kebutuhan partai.
“Langkah awal adalah membentuk kepengurusan. Saya tentu akan mencoba melihat bagaimana potensi-potensi kader masuk jajaran kepengurusan, melibatkan semua,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan kader dalam proses tersebut. Appi berharap pendekatan yang inklusif dapat membuka ruang kontribusi bagi seluruh elemen partai sekaligus menjaga kebersamaan di internal Demokrat Sulsel.
Didukung 24 DPC, Appi Siapkan Konsolidasi
Terpilihnya Appi secara aklamasi ditopang dukungan 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, jajaran pengurus DPD, serta organisasi sayap partai.
Dalam seluruh tahapan sidang pleno Musda V melalui Musdalub, persyaratan administrasi dan dukungan pencalonan Munafri disebut telah terpenuhi 100 persen.
Dukungan tersebut menjadi modal awal bagi Appi untuk membangun kepemimpinan yang solid dan memperkuat konsolidasi partai di Sulawesi Selatan. Namun, ia menilai soliditas organisasi harus terus dijaga melalui komunikasi serta pemetaan potensi kader.
“Ke depan, pemetaan potensi kader menjadi bagian penting dalam membangun soliditas organisasi. Kita mau soliditas terjaga,” tuturnya.
Menurut Appi, pengenalan terhadap karakter, kemampuan, dan pengalaman kader merupakan bagian penting dalam membentuk kepengurusan yang efektif. Struktur yang terbentuk diharapkan mampu menjalankan program organisasi dan menjawab tantangan politik ke depan.
Rekam Jejak Jadi Pertimbangan
Dalam penyusunan kepengurusan Demokrat Sulsel periode 2026–2031, Appi memastikan pengalaman dan rekam jejak pengurus lama tetap menjadi bahan pertimbangan.
Ia menegaskan, penentuan pengurus akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, bukan semata-mata berdasarkan kedekatan personal atau penunjukan individu tertentu.
Bersama tim formatur, Appi akan menyusun kriteria untuk setiap posisi sebelum menentukan kader yang dinilai tepat untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.
“Dalam menyusun kepengurusan, saya akan melibatkan tim membuat kriteria lalu mencari kader-kader terbaik. Bukan orangnya baru ditentukan kriterianya,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan komposisi pengurus yang memiliki kapasitas sesuai bidang masing-masing serta mampu bekerja secara efektif.
Dengan dukungan 24 DPC dan jajaran internal partai, agenda awal Appi adalah merampungkan kepengurusan dalam waktu 30 hari sekaligus memastikan konsolidasi berjalan efektif.
Tahap ini menjadi langkah penting untuk menerjemahkan dukungan aklamasi menjadi kekuatan organisasi yang terarah dalam menghadapi agenda politik Partai Demokrat di Sulawesi Selatan selama periode 2026–2031. (*)






