Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel Dorong Literasi Keuangan Syariah, SYAFIF Makassar Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Daerah

Pemprov Sulsel Dorong Literasi Keuangan Syariah
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, saat menghadiri Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026).

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, saat menghadiri Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026).

Andi Winarno hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Dalam kesempatan itu, ia mendampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Ashar Nasution, dalam peluncuran Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah).

Andi Winarno mengapresiasi penyelenggaraan SYAFIF yang dinilainya menjadi momentum memperkuat kolaborasi pengembangan sektor keuangan syariah, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Kegiatan ini merupakan prakegiatan menuju perhelatan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026. Momentum ini penting untuk memperkuat langkah bersama dalam memajukan sektor keuangan syariah di daerah,” ujarnya.

Andi Winarno: Remaja Butuh Bimbingan dan Ruang untuk Berkembang

Ia mengajak pelaku industri keuangan syariah terus berinovasi menghadirkan produk dan layanan yang kompetitif, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung kebijakan dan program yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus berkomitmen mendukung kebijakan dan program yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis syariah, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” katanya.

Andi Winarno menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah. Potensi itu didukung posisi strategis Sulsel sebagai simpul perdagangan di kawasan timur Indonesia, kapasitas ekonomi daerah, serta karakter masyarakat yang religius.

Ia berharap SYAFIF dapat memperkuat sinergi lintas sektor, memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur Andi Sudirman Resmikan Jalan Paleteang–Malimpung–Kabere, Hubungkan 4 Kabupaten, Layani 800 Ribu Warga

OJK Paparkan Strategi Penguatan Keuangan Syariah

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan materi bertajuk Sinergi Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah: Memperluas Akses dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Friderica menguraikan sejumlah tantangan dalam pengembangan keuangan syariah. Tantangan tersebut meliputi kapasitas dan ketahanan kelembagaan, adopsi pasar dan kepercayaan konsumen, diferensiasi serta daya saing inovasi, hingga sinkronisasi regulasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Untuk menjawab tantangan itu, OJK mendorong empat arah strategis. Pertama, penguatan literasi berbasis kolaborasi. Kedua, percepatan perluasan akses keuangan syariah. Ketiga, optimalisasi digitalisasi untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah (LIKS). Keempat, penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Ashar Nasution, menyampaikan bahwa SYAFIF menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat agar semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan.

Menuju Indonesia Islamic Finance Summit 2026

SYAFIF Goes to Makassar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah digelar di Banjarmasin, Jakarta, dan Aceh. Kegiatan di Makassar juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026.

Gubernur Sulsel Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan bagi Anak Petugas Karhutla yang Gugur

Melalui kegiatan ini, OJK bersama LPS dan para pemangku kepentingan mendorong sinergi antara pemerintah daerah, regulator, pelaku usaha jasa keuangan syariah, serta penggerak ekosistem ekonomi syariah untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah.

Selain peluncuran PELITA Syariah, kegiatan tersebut menghadirkan pameran produk dan layanan keuangan syariah, pameran ekosistem keuangan syariah, gelar wicara interaktif, berbagai perlombaan, serta kegiatan edukatif dan hiburan bagi pengunjung.

SYAFIF Goes to Makassar diselenggarakan OJK bekerja sama dengan LPS dan sejumlah pemangku kepentingan terkait. (*)

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *