Diskominfo Makassar

Pemkot Makassar Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026, Ini Tiga Komitmennya

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (kanan) menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 kepada Pemkot Makassar, Jumat (6/11/2026).

JAKARTA โ€” Pemerintah Kota Makassar meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 kategori Pemerintah Daerah dari Kementerian Kebudayaan RI. Penghargaan ini diberikan atas komitmen pemerintah kota dalam menjaga, melestarikan, dan memajukan kebudayaan daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam acara penganugerahan di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware Bau Djemma, menerima penghargaan tersebut mewakili Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

“Alhamdulillah. Selamat dan sukses untuk Bapak Wali Kota Makassar, Pak Munafri. Kota Makassar meraih Anugerah Kebudayaan Nasional 2026 kategori Pemerintah Daerah,” ujar Andi Patiware usai menerima penghargaan.

Menurut Patiware, Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk apresiasi negara melalui Kementerian Kebudayaan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dalam pemajuan kebudayaan.

Ia menjelaskan, penilaian terhadap komitmen pemajuan kebudayaan tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan atau festival yang diselenggarakan. Dukungan kebijakan, regulasi, dan penganggaran juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah.

TP PKK Makassar Gandeng Unhas, Kader Dibekali Edukasi Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Patiware menyebut terdapat tiga aspek yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pemajuan kebudayaan.

Pertama, aspek kebijakan dan regulasi. Makassar telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah serta regulasi terkait cagar budaya.

Selain itu, Pemkot Makassar tengah menyempurnakan zonasi kawasan Kota Tua sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pelestarian warisan sejarah kota.

Kedua, dukungan penganggaran. Pemerintah kota terus memberikan alokasi melalui APBD untuk mendukung perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Ketiga, penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Instrumen tersebut digunakan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan kebudayaan secara berkelanjutan.

Appi Duduk Melantai Bersama Mahasiswa, Buka Dialog Bahas Persoalan dan Keamanan Makassar

“Tentu, ada tiga aspek penting yang menjadi perhatian dalam upaya pemajuan kebudayaan di Kota Makassar,” tutur Patiware.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, kebudayaan diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam arah pembangunan Kota Makassar.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk memastikan identitas, nilai sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

Patiware juga menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, seniman, budayawan, komunitas budaya, dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam menjaga warisan kebudayaan Makassar.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar

Ia menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan perkembangan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas, merawat warisan sejarah, serta memajukan kebudayaan yang menjadi jati diri masyarakat.

“Dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia tingkat nasional ini, kita memperkuat komitmen menjadikan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan kota yang inklusif di Makassar,” tutup Patiware. (*)

About The Author

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *