Makassar,—Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar pada Kamis (13/11) menyebabkan genangan air di kawasan Pasar Pannampu. Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau dan menindaklanjuti keluhan para pedagang.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa genangan terjadi akibat penumpukan sedimen di sejumlah saluran air (drainase) di sekitar area pasar. Menyadari hal itu, Rusli langsung mengambil langkah cepat dengan menggandeng Satgas Drainase dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pembersihan.
- Masuki Masa Peralihan Musim, PLN UID Sulselrabar Imbau Masyarakat Waspada Bahaya Listrik
- Pemkot Makassar Resmi Stop Mutasi ASN pada 2026, Fokus Kendalikan Belanja Pegawai
- PLN UPP Sulawesi Tengah Gelar Safari Ramadan 1447 H, Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Dukungan UMKM
- Wawali Makassar Buka Puasa Bersama Kepala BPOM RI di Rujab
- Appi Promosi LONTARA+ sebagai Kanal Aspirasi Warga Safari Ramadan Kecamatan Panakkukang
“Pelibatan Satgas Drainase ini dilakukan agar ada kerja bakti terpadu dalam menanggulangi genangan air. Kami ingin memastikan aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan nyaman,” ujar Rusli.
Ia menambahkan, genangan air tidak hanya terjadi di area pasar, tetapi juga menjalar hingga ke pemukiman warga di sekitar. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan sedimen dari hulu hingga hilir, sehingga perlu penanganan menyeluruh dan kerja sama lintas instansi.
“Persoalan ini bukan hanya tanggung jawab pengelola pasar, tapi juga butuh dukungan dari pihak kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Rusli mengungkapkan bahwa kegiatan kerja bakti rutin setiap hari Jumat akan difokuskan di Pasar Pannampu. Kegiatan ini melibatkan Satgas Drainase dan jajaran Perumda Pasar untuk memastikan aliran air kembali lancar serta mengantisipasi potensi genangan saat musim hujan.
Langkah cepat ini menjadi bentuk komitmen Perumda Pasar Makassar dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas di seluruh pasar tradisional yang berada di bawah pengelolaannya. (*)



