
Tak dapat dipungkiri, sudah banyak pengabdian dan pengorbanan yang diberikan oleh tokoh militer asal Sulsel ini. Bahkan jiwa dan raganya siap diberikan demi kejayaan dan keutuhan bangsa ini.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara namanya. Dia merupakan salah satu tokoh tentara asal Sulsel yang berhasil membesarkan namanya di dunia militer tanah air.
Dia sudah merasakan pahit-manisnya menjadi seorang prajurit yang siap ditugaskan di mana saja di tanah air ini.
Dia pernah bertugas mulai dari ujung barat Indonesia sampai ujung timur negeri ini. Pernah bertugas di daerah konflik Timor Timur. Dia juga pernah merasakan langsung bertugas di daerah bencana dahsyat Tsunami Aceh.
Bagi Geerhan semua itu merupakan tugas atas panggilan ibu pertiwi dilalui dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Geerhan saat ini sudah tak lagi aktif di militer. Dia merupakan seorang purnawirawan dengan pangkat terakhir yaitu Letnan Jenderal TNI.
Sebelum pensiun dia memangku jabatan sebagai Panglima Kodam XII/Tanjungpura.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara lahir di Makassar pada tanggal 25 Mei 1956. Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1978.
Cukup banyak tokoh militer seangkatannya yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Ada beberapa tokoh militer yang seangkatan dengannya, yaitu diantaranya Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn.) Budiman, Mayjen TNI (Purn.) Soenarko, Mayjen TNI (Purn.) Erfi Triassunu, serta TNI Mayjen (Purn.) Tisna Komara.
Terdapat beberapa peristiwa penting yang dilalui Geerhan saat masih aktif di militer. Bahkan peristiwa itu hampir saja merenggut nyawanya.
Peristiwa pertama yaitu ketika meletus terjadinya Peristiwa Santa Cruz di Dili pada 12 November 1991.
Geerhan yang saat itu masih berpangkat mayor ditemukan teruka parah dengan badan bersimbah darah di tengah-tengah massa yang menggelar aksi unjuk rasa.
Dia terkapar setelah ditikam oleh orang tak dikenal yang berada di dalam massa. Saat itu Mayor TNU Geerhan tengah bertugas membaur dengan masyarakat. Dia berkamuflase. Tak berpakaian dinas, tetapi memakai baju sipil.
Namun meski berpakaian sipil, ada saja yang masih mengenalnya. Apalagi saat itu dia ketahuan menenteng radio HT.
Seorang peserta aksi demonstrasi yang menuntut kemerdekaan Tomor Timur itu mengenali Geerhan sebagai Wakil Komandan Batalyon Linud 700.
Peserta aksi yang mengenalnya itu langsung menghujamkan tikaman yang membuatnya bersimbah darah di tengah kerumunan massa.
Meski luka yang diderita cukup parah, namun tak membuat organ vitalnya terluka. Nyawanya masih bisa diselamatkan.
Peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya itu kembali lagi terjadi ketika bencana dahsyat tsunami menimpa Aceh pada 24 Desember 2004.
Kolonel TNI Geerhan Lantara saat itu menjabat sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar di Meulaboh.
Dia melihat langsung dan merasakan peristiwa yang merenggut nyawa sekitar 280.000 orang. Geerhan lah yang memainkan peran penting dalam menggerakkan pasukan TNI dalam melakukan aksi evakuasi awal korban tsunami.
Setelah menuntaskan tugasnya di Aceh, dia lalu ditugaskan ke ujung timur Indonesia yaitu sebagai Wakil Kepala Staf Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih.
Dari situ, dia juga sempat menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) hingga menjadi Pangdam XII/Tanjungpura dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.
Pada 2011, Geerhan mendapatkan promosi jabatan menjadi Letnan Jenderal TNI dan menduduki posisi sebagai Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjen TNI AD).
Setahun berselang, alumni Akademi Militer 1978 ini ditunjuk untuk menjadi Inspektur Jenderal TNI hingga akhinya pensiun pada 2014.
Setelah tak lagi aktif di militer, Geerhan Lantara tetap aktif dalam kegiatan kemanusiaan di organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) bersama mantan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla.
Di organisasi ini, Geerhan diberikan amanah yang cukup menantang yaitu sebagai Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana di kepengurusan 2019-2024. Posisi ini tentu sangat berhubungan langsung dengan tugas-tugas lapangan.
Selain itu dia juga aktif berpolitik dengan menjadi pengurus Partai Demokrat. Dia juga giat berorganisasi dan bersosialisasi dengan aktif menjadi pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Bahkan dirinya sempat didorong maju sebagai salah satu kandidat Ketua KKSS pada Munas 2019.
Biodata:
Letnan Jenderal (pun) TNI Geerhan Lantara
Tempat / Tanggal Lahir : Makassar, 25 Mei 1956.
Riwayat Pendidikan:
Akademi Militer 1978.
Riwayat Pekerjaan
Wakil Komandan Yonif Linud 700/BS (1991)
Dandenintel Kostrad (1996)
Kasbrigif Linud-17/Kujang I/Kostrad (1996-1998)
Danbrigif Linud-17/Kujang I/Kostrad (1998-2002)
Komandan Korem 012/Teuku Umar (2002-2006)
Kepala Staf Kodam XVII/Cendrawasih (2006-2007)
Wakil Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (2007-2008).
Irum Itjenad (2008-2009)
Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (2009-2010)
Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010-2011)
Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (2011-2012)
Inspektur Jenderal TNI (2012–2014)
Riwayat Organisasi
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI (2019-2024)
Pengurus KKSS.
Sumber: Buku Tokoh Sulsel 2021-2023






