Tepat 1 Januari 2023 lalu, H Samsuddin Andi Arsyad atau yang lebih dikenal dengan sebutan Haji Isam genap berumur 46 tahun. Usia yang masih tergolong muda. Ulang tahun digelar dengan begitu semarak. Dirangkaikan dengan menyambut pergantian tahun 2022 dan 2023.
Perayaan ini bukan sekadar pesta hajatan biasa. Bahkan tercatat sebagai salah satu even yang mampu memecahkan catatan rekor MURI. Di even ini terbentang pijar kembang api sepanjang 1 kilometer. Terpanjang di Indonesia. Ditonton 70 ribu masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
- APPI Geram Ada ASN Santai dan Merokok di Saat Jam Kerja
- Proyek RISE Jadi Andalan Makassar Atasi Sanitasi dan Banjir Perkotaan
- KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Politisi PDIP
- Atasi Krisis Air Bersih di Buloa, BPBD Makassar Gandeng Yonsipur Kodam XIV/Hasanuddin
- Golkar Lutra Merapat, Appi Kantongi Dukungan 20 DPD
Perayaan itu disebut dengan Batulicin Festival (Batfest) 2022. Dilaksanakan di atas lahan seluas 12,5 hektare. Pengunjungnya ditarget hanya sekitar 50 ribu-an orang. Tetapi pada pelaksanaan jauh melebihi itu. Mereka bukan hanya warga Batulicin, tetapi juga dari daerah tetangga seperti Pelahari, Kotabaru, Banjar Baru, Banjarmasin bahkan juga dari Balikpapan dan Samarinda.
Batfest yang digelar selama lima hari ini menghadirkan artis ibukota Via Vallen, Wali, King Nassar, Mahalini atau Vierratale. Juga melibatkan sekitar 500 PKL dan UMKM di dalam stan-stan khusus secara gratis agar dapat berjualan di even itu.
H Samsudin Andi Arsyad selama ini lebih dikenal sebagai H Isam. Dalam beberapa kesempatan dia juga sering dikenal dengan sebutan H Sam. Nama itu bahkan tertera pada mobil offroad yang biasa dikebutnya di lintasan bersama Jholon Racing Team.
Batfest 2022 itu adalah salah satu bukti kedermawanan dan kekayaan H Isam. Namun bukan itu satu-satunya bukti kedermawanan H Isam. Hingga Februari 2023, dia sudah memberangkatkan 870 orang warga Tanah Bumbu untuk ibadah umrah ke tanah suci Mekkah dan Madinah. Semuanya dibiayai oleh H Isam.
Warga Tanah Bumbu yang diberangkatkan mulai dari imam masjid, guru mengaji, guru TK, guru SLB, hingga anggota Polri dan TNI.
H Isam memang memiliki sebuah lembaga yang mengurus masalah kedermawanan. Dia membentuk Haji Isam Foundation untuk mengelola zakat, infak dan sedekah perusahaan dan pribadinya. Dana itu bisa mencapai ratusan miliar. Bahkan ada yang menyebut dana yang dikelola lembaga ini pada 2022 lalu mencapai Rp250 miliar. Dana itu digunakan untuk membantu pengembangan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan-bantuan ke berbagai masjid, pesantren dan rumah tahfidz.
Menurut Jhonlinmagz.com, media komunikasi internal Jhonlin Group, di usianya yang masih sangat muda itu, dia sudah memiliki sekitar 60-an perusahaan yang berada di bawah bendera Jhonlin Group. Usahanya bermacam-macam, mulai tambang, transportasi, perkebunan, industri, perkapalan, dan banyak lagi lainnya.
Dua perusahaannya yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Jokowi yakni pabrik gula di bawah bendera PT Prima Alam Gemilang dan pabrik biodiesel di bawah bendera PT Jhonlin Agro Raya.
Investasi PT Jhonlin Agro Raya itu menelan biaya Rp 2 triliun, dana invesatasi ini untuk untuk pembangunan pabrik beserta prasarana pabrik dengan biaya investasi sebesar Rp 1 triliun dan Rp 1 triliun sisanya untuk pembangunan jety atau pelabuhan.
Pabrik ini menempati lahan seluas 6 hektare itu dan akan akan memproduksi biodiesel serta minyak goreng dengan kapasitas produksi 60 ton per jam. Dengan kapasitas produksi dibutuhkan pasokan 1.600 ton per hari tandan buah segar (TBS) sawit. Pasokan sawit akan diperoleh dari petani sekitar sebesar persen dan sisanya dipasok dari luar daerah, berupa minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO)
Mulai Nol
H Isam dikenal sebagai pria yang berpenampilan sederhana. Dia sering kali terlihat hanya memakai kaos oblong dan celana jeans serta seneakers atau sandal dalam kesehariannya.
Meski dikenal sebagai seorang pengusaha kaya raya dengan pendapatan ratusan miliar per bulan ini, namun H Isam memulai semuanya dari nol.
Dia membangun usahanya tanpa modal. Dia bahkan mendapatkan pinjaman untuk memulai bisnis tambang batu bara.
Dia mengenal bisnis tambang ketika bekerja di perusahaan tambang Batubara milik Pengusaha Tionghoa-Surabaya, Johan Maulana. Sejak 2001 dia belajar bagaimana bisnis tambang batubara itu dikelola.
Akhirnya pada 2003, setelah mendapatkan pinjaman dari Johan dia mulai mandiri di bisnis tambang itu. Setahun kemudian yakni pada 2004 dia mendapatkan pinjaman untuk menjadi kontraktor pelaksana PT Arutmin Indonesia yang merupakan anak usaha PT Bumi Resources.
Haji Isam selalu beryukur bertemu dengan Johan yang menjadi mentornya dalam bisnis. Karena bermula dari sinilah H Isam mampu mengubah nasibnya yang dulunya pernah bekerja sebagai tukang ojek, penebang pohon dan operator alat berat menjadi pengusaha.
Pada 2004, Haji Isam membangun perusahaan kecil dengan bendera CV Jonlin Baratama, sebagai kontraktor. Setahun kemudian seiring pertumbuhan perusahaan, berdirilah PT Jhonlin Baratama.
Seiring perjalanan waktu, bisnis Haji Isam ternyata terus berkembang. Dia memiliki bisnis transportasi pesawat terbang di bawah PT Jhonlin Air Transport. Sementara di bidang perkapalan, berdiri PT Jhonlin Marine yang mengelola lebih dari 70 kapal tongkang pengangkut batubara.
Setelah 19 tahun menjadi pengusaha, perusahaan rintisannya itu telah menjelma menjadi raksasa bernama Jhonlin Group yang sanggup menambang 400 ribu ton batubara setiap bulan dengan omset lebih dari Rp400 miliar per bulan.
Haji Isam lahir di Batulicin, Kalimantan Selatan pada 1977. Namun dia sesungguhnya adalah pria berdarah Bugis. Ayahnya H Rasyad adalah seorang pedagang yang merantau ke Kalimantan Selatan. Keluarga Haji Isam berasal dari sebuah desa di Bone, Sulawesi Selatan.
Bahkan dia pernah menggelar pesta di tanah leluhurnya, di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone dengan mengundang beberapa artis ibukota pada November 2017. Dia datang bersama mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga putra daerah ini.
Salah satu rahasia kesuksesan H Isam yakni keberaniannya melawan ketidakadilan di tengah persaingan usaha di Indonesia yang sebelumnya dikangkangi para taipan yang telah menggurita sejak masa Orde Baru.
Darah Bugis yang mengalir dalam dirinya membuat Haji Isam menjadi sosok saudagar petarung yang tak kenal kompromi. Pada banyak persaingan bisnis, Haji Isam kerap menjadi pemenang.
Kini persaingan Haji Isam dengan para taipan berakhir ‘damai’, setelah mereka berbisnis secara setara. Haji Isam telah membuktikan bahwa pengusaha pribumi muslim juga bisa bersaing di pentas nasional.
Biodata
Haji Samsudin Andi Arsyad
Tempat Tanggal Lahir : Batulicin, 1 januari 1977
Profesi : Pengusaha
Riwayat Pekerjaaan : Pemilik Jholin Group (2003-sekarang)
Tajir melintir. Orang bugis. MasyaAllah