Riyadh,–-Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi akan untuk pertama kalinya mengerahkan drone pemadam kebakaran bernama “Falcon” dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Hal ini diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi pada Minggu (1/6/2025), sebagaimana dilaporkan oleh Saudi Press Agency (SPA).
Dikutip dari Arabnews.com, drone ini telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan dirancang khusus untuk operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan di lokasi yang sulit dijangkau atau berada di ketinggian.
Menurut SPA, drone Falcon mampu terbang hingga 12 jam non-stop di ketinggian dan membawa beban sekitar 40 kilogram. Drone ini dilengkapi sistem pemadaman multifungsi, serta sistem penyelamatan, pengendalian, dan keselamatan terintegrasi. Keunggulannya termasuk kamera termal dan kemampuan menyiarkan rekaman langsung dari lokasi kejadian yang terhubung langsung dengan pusat komando dan pengendalian.
Falcon juga dapat digunakan dalam berbagai skenario, termasuk gedung bertingkat, kawasan industri, area dengan bahan berbahaya, lokasi padat penduduk, hingga kebakaran hutan.
Keunggulan utamanya adalah respon cepat, meminimalkan risiko bagi petugas, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui citra langsung di lapangan.
Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Mayor Jenderal Hamoud bin Suleiman Al-Faraj dalam Konferensi Pers Komandan Pasukan Keamanan Haji. Ia menegaskan pentingnya langkah pencegahan, seperti inspeksi awal ke pemondokan jemaah, patroli keselamatan, serta simulasi bersama dengan sejumlah instansi terkait di berbagai lokasi suci.
“Semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam merespons situasi darurat, yang didukung oleh tim intervensi cepat yang berjaga selama 24 jam,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Keamanan Publik Letnan Jenderal Mohammed bin Abdullah Al-Bassami menyampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 269.678 orang non-residen Makkah tanpa izin haji telah dicegah memasuki kota suci, 252 kampanye haji palsu berhasil diamankan, 1.239 pelanggar yang mengangkut jemaah tanpa izin ditahan, serta 109.632 kendaraan yang melanggar aturan haji dikembalikan.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah Saudi untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. (*)
