Jakarta,–Konflik royalti musik antara artis Ari Lasso dan Wahana Musik Indonesia (WAMI) semakin jadi sorotan. Manajemen WAMI pun menggelar jumpa pers. WAMI memberikan klarifikasi dengan menyebut bahwa sang musisi sebenarnya telah menerima transfer senilai puluhan juta rupiah.
Menurut Ketua WAMI, Adi Adrian, jumlah royalti yang diterima Ari bukan hanya ratusan ribu seperti yang diungkap Ari Lasso di Instagramnya. Tetapi akumulasi dari empat kali transfer dalam periode Januari hingga Juli 2025.
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
- “The Leaders’ Camp”: Strategi Daeng Manye Menyatukan Komando Takalar 2026
- BPBD Makassar Didik Anak-anak Hadapi Bencana Pakai VR
- KP2KP Sengkang Latih Bendahara Sekolah Menggunakan Aplikasi Coretax-DJP bagi
“Ada empat kali transfer yang mana jumlahnya ada puluhan juta. Dalam periode tujuh bulan terakhir saja, dalam artian Januari hingga Juli 2025,” kata Adi di kawasan Pancoran, Jakarta, pada Selasa (19/8/2025) sebagaimana diberitakan Sindonews.com.
Adi juga meluruskan, nominal Rp497 ribu yang dibagikan Ari di Instagram hanyalah distribusi susulan, bukan jumlah utama yang diterima. Menurutnya, narasi yang berkembang seolah WAMI hanya mampu mengumpulkan sedikit royalti sangat menyesatkan.
“Seakan-akan kita cuma bisa mengumpulkan segitu atau yang lebih parah dikumpulkan besar didistribusikan kecil,” jelasnya.
Menurutnya, narasi yang muncul dipermukaan adalah seolah-olah WAMI tak bisa bekerja. “Seakan-akan WAMI itu nggak bisa kerja. Saya nggak paham kenapa ada narasi seperti itu,” lanjutnya.
Adi menolak membeberkan total detail, meski menyebut angka puluhan juta. Dia mengaku enggan merinci jumlah pastinya. Alasannya, WAMI belum mendapat izin resmi dari mantan vokalis Dewa 19 itu untuk membuka data detail tersebut ke publik.
“Teman-teman itu, mungkin nggak lihat kali, mungkin selip, yang dilihat hanya yang segitu. Saya klarifikasi bukan itu yang terjadi sebenarnya,” sambungnya.
Kendati demikian, Adi juga mengakui adanya kesalahan teknis berupa salah kirim email berisi lampiran distribusi royalti ke pelantun Hampa tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu bukan salah transfer dana.
“Tapi memang ada kesalahan teknis saya akui itu, salah kirim email, bukan salah transfer. Attachment itu mungkin yang menjadi awal dari isu seperti ini,” ucapnya. (*)
