Makassar, –Sebuah unggahan video yang menyita perhatian warganet memperlihatkan kemarahan sejumlah pedagang di area Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Makassar.
Insiden yang terjadi pada Minggu (24/8/2025) itu dipicu oleh kebijakan pengelola yang dianggap tidak adil dan penuh nepotisme.
Salah seorang pedagang perempuan mengenakan jilbab dengan nada tinggi menyatakan protesnya.
- Aksi Cepat BPBD, Pohon Tumbang di Jalan Langsung Dibersihkan
- BPBD Makassar Tegaskan Siaga 24 Jam Usai Instruksi Wali Kota
- BPBD Makassar Pimpin Pencarian Warga Tenggelam di Waduk Nipa-nipa
- Menteri Agama Luncurkan Kampung Keren dan Gerakan Eco-Pesantren di Pesantren Al-Ikhlas Ujung
- Cuaca Ekstrem Mengintai, Wali Kota Makassar Instruksikan Jajaran Siaga 24 Jam
Ia mengungkapkan bahwa banyak pedagang tiba-tiba dikeluarkan dari grup komunikasi pedagang CFD, sementara yang diterima justru para pedagang baru yang disebut-sebut merupakan “titipan” anggota DPRD.
“Sedikit-sedikit diancam, yang dikeluarkan dari grup malah diributkan. Yang dimasukkan justru orang-orang dalam yang punya koneksi,” ujarnya dengan nada kesal.
Ia juga menuntut keadilan dengan menyatakan bahwa semua pedagang harus diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang atau kedekatan dengan pejabat.
Selain masalah ketidakadilan dalam perizinan, para pedagang juga membandingkan sistem pengelolaan CFD di era Wali Kota Danny Pomanto dengan kondisi sekarang. Menurut salah satu pedagang, selama delapan tahun sebelumnya tidak pernah terjadi persoalan seperti ini.
“Eks pengelola dulu sangat memahami. Kami baru dikeluarkan dari grup jika benar-benar tidak berjualan selama tiga bulan berturut-turut, bukan seperti sekarang yang semena-mena,” tambah pedagang lainnya.
Yang lebih memprihatinkan, sejumlah pedagang mengaku mendapat ancaman dari oknum yang mengaku sebagai perwakilan pemerintah. Hal ini semakin memperuncing situasi dan memantik solidaritas banyak netizen yang mendukung perjuangan para pedagang kecil tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola CFD Boulevard maupun pemerintah setempat terkait viralnya video tersebut. (*)
