Makassar,–Kota Makassar diguncang tragedi berdarah pada Jumat malam (29/8/2025). Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar dibakar massa yang merangsek masuk, mengakibatkan tiga orang tewas dan setidaknya lima lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa korban masih dalam kondisi kritis.
Insiden berawal saat massa demonstran yang memadati Jalan AP Pettarani mulai melakukan aksi anarkis.
Awalnya, mereka membakar sejumlah sepeda motor dan merusak videotron di depan gedung.
- UMI-Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Kesehatan Berbasis Interprofessional Education
- HUT ASITA ke-55, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Pemkot Makassar Kembangkan Pariwisata
- Sulsel Fokus Selesaikan 6 Kasus Sengketa Lahan Strategis, Libatkan Jaksa Khusus
- Arogansi Amerika dan Kenaifan Dunia Internasional
- Pemprov Sulsel Menang Kasasi di MA, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Berkah-Nya untuk Warga Manggala
Situasi eskalasi dengan cepat ketika massa berhasil menjebol pagar dan membanjiri halaman serta parkiran gedung.
Mereka lalu membakar kendaraan yang terparkir, dan api dengan cepat menjalar, melalap seluruh bagian depan dan atap gedung dewan.
Asap hitam membumbung tinggi disertai suara ledakan yang terdengar berkali-kali.
Dikutip dari detiksulsel.com, saat kejadian, sedang berlangsung rapat paripurna yang dihadiri oleh sejumlah anggota dewan dan Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin.
Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD Makassar, Syahril, mengungkapkan situasi menjadi mencekam sekitar pukul 20.00 WITA ketika massa melemparkan bom molotov.
Para pejabat dan staf yang awalnya mengungsi di lantai tiga akhirnya dievakuasi melalui pintu belakang dan jalur lapangan tenis karena kepungan asap dan api yang semakin tak terbendung.
Tragedi ini memakan korban jiwa. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia:
- Sarinawat (26 tahun, perempuan), meninggal saat dirujuk ke RS Bhayangkara.
- Syaiful (43 tahun, laki-laki, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah), meninggal di RS Grestelina.
- Abay (laki-laki), ditemukan meninggal di dalam gedung.
Korban luka berat dan sedang masih menjalani perawatan intensif. Beberapa korban, seperti Heriyanto (28), mengalami luka berat akibat terpaksa melompat dari lantai tiga untuk menyelamatkan diri. Sahabuddin (45) mengalami nyeri pinggul setelah melompat dari lantai dua.
Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi tidak dapat berbuat banyak karena api sudah terlanjur membesar.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab demonstrasi dan identitas massa masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi demokrasi dan keamanan di Kota Makassar. (*)
