Prof Farida Patittingi, Wanita Kuat, Pendekar Hukum Asal Bone

Mengenal sosok Plh Rektor UNM

Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Si resmi dinonaktifkan sementara sebagai Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Sebagai penggantinya yang bertugas sebagai pelaksana harian (Plh) ditunjuk Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Unhas. Prof. Dr. Farida Patittingi, SH, M.Hum.

Ha itu dibenarka humas Unhas, Ishaq Rahman kepada media. Dia membenarkan penunjukan Prof Farida berdasarkan keputusan
Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D

“Keputusan ini diambil oleh Menteri Dikti Saintek, sehubungan dengan keputusan pengnon-aktifan Rektor UNM yang saat ini sedang menghadapi proses disiplin ASN,” kata Ishaq Rahman, Selasa, (4/11/2025).

Bagimana sosok Prof Farida Patittingi berikut ulasannya sebagaimana dikutip dari Buku Tokoh Sulsel 2021-2023:

Tak seorang pun yang bisa menahan Farida Patitingi untuk melanjutkan sekolah. Tidak kakeknya, tidak juga oleh pamannya. Tidak pula karena faktor ekonomi atau lingkungan. Semuanya diterobos demi pendidikan. Tak ada halangan untuk menuntut ilmu. Karena ilmu bisa mengangkat derajat seseorang.

Farida bersikeras untuk tetap sekolah. Dia bukan wanita biasa yang hanya bisa takluk di telunjuk tetua, lalu menghabiskan waktu di rumah belaka. Ayah dan ibunya mendukung untuk sekolah yang lebih tinggi.

“Di lingkungan keluarga saya kan cukup kuat itu budaya patriarki. Bahwa anak perempuan itu di rumah saja. Tidak usah sekolah jauh-jauh. Bahkan ada yang bilang, kerbau saja tidak sekolah bisa hidup,” ujar Farida mengingat masa kecilnya dulu.

Namun syukurnya, ayah dan ibunya sangat mendukung anaknya agar tetap melanjutkan pendidikan. Ayahnya bahkan berharap Farida bisa menjadi seorang guru.

Ayah Farida adalah seorang Pegawai Negeri Sipil di SMPN Pattiro Bajo, Bone. Sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Tidak pernah mengecap bangku sekolah. Kendati demikian ibunya sangat paham pentingnya pendidikan. “Ibu saya adalah orang yang taat kepada orang tua. Ibu tidak sekolah tapi melahirkan seorang guru besar,” ujarnya.

Farida kecil terkenal selalu menonjol di kalangannya. Dia selalu berhasil membawa pulang prestasi yang memberi kebanggaan bagi keluarga. Prestasi akademik dan juga prestasi non akademik lainnya.

Saat di bangku SD Farida pernah memimpin pasukan baris berbaris sekolahnya di tingkat kecamatan. Dan dia berhasil membawa pasukannya menjuarai lomba itu.
Begitu juga dengan kegiatan olahraga. Berbagai jenis olahraga diikutinya. Volly terutama. Dia bahkan pernah membawa harum nama sekolahnya karena olahraga ini. “Jadi saya sejak kecil itu senang dengan olahraga,” ujarnya.

Sejak kecil pula, di setiap kegiatan bermain atau belajar, Farida selalu menjadi leader. Mulai ketua kelas hingga ketua tim. “Saya sejak kecil memang seperti itu, selalu menjadi pemimpin di kelompok. Jadi susah ada bakat kepemimpinan,” katanya.

Farida menghabiskan masa belajar di bangku SD dan SMP-nya di Pattiro Bajo. Tak jauh dari rumahnya. Namun ketika naik ke jenjang SMA, Farida harus bersekolah ke Kota Watampone, sekitar 15 kilometer dari rumahnya.

“Jaraknya 15 kilometer yang ‘berdarah-darah’ karena jalanan jelek sekali. Tidak seperti saat ini. Setiap hari kami naik angkot ke sekolah,” ujarnya.
Menempuh pendidikan di tingkat SMA ini, tak selalu mulus sesuai harapan. Terkadang, saat pulang sekolah dia tak mendapatkan angkutan transportasi. Sehingga terpaksa harus berjalan kaki ke rumah.
Ingin Jadi Insinyur

Cita-cita Farida ingin menjadi seorang insinyur. Bukan guru, apalagi guru besar. Dia juga tak bercita-cita menjadi dokter. Hanya ingin menjadi insinyur perempuan.
“Iya awalnya saya itu ingin jadi insinyur. Kenapa? Karena saya itu ingin berbeda. Kalau dokter perempuan, itu banyak. Tapi insinyur perempuan itu kurang. Jadi saya pilih karena itu,” kata Farida dengan semangat.

Dia mengatakan, dirinya memang sejak kecil selalu menyukai hal-hal yang berbeda dan menantang. Dirinya senang melakukan pencapaian yang masih minim bisa dilakukan orang, utamanya kaum hawa. Terbukti dia adalah satu-satunya professor di keluarganya, dia juga satu-satunya dekan perempuan di Fakultas Hukum yang duduk selama dua periode.

Farida juga punya keinginan untuk kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM). Dia mendapatkan informasi bahwa kampus itu bagus dan besar. Apalagi berada di kota Yogyakarta, kota pendidikan.

Namun lagi-lagi keinginan untuk lanjut di UGM tidak bisa diteruskan, keluarganya tidak mendukung. “Mimpi saya itu kan kuliah di UGM, tapi ya itu tadi, keluarga melarang. Jangan sekolah jauh-jauh katanya. Kuliah di Makassar saja butuh perjuangan untuk meyakinkan mereka,” katanya.

Farida mendaftar di empat jurusan. Pilihan pertamanya sesuai dengan keinginannya yaitu jurusan Teknik Sipil, kedua Jurusan Perikanan, lalu di Fakultas Hukum dan terakhir di Jurusan Olahraga IKIP. “Kenapa saya pilih perikanan, karena waktu itu memang masih kurang. Saya itu selalu melihat yang mana yang berbeda, tidak semua orang itu ada,” katanya.

Namun takdir berkata lain, dia lulus di Jurusan Hukum Keperdataan, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Saat kuliah ini, Farida aktif juga di organisasi. Utamanya organisasi pramuka. Dia memang gemar dengan organisasi kepanduan ini sejak SD. Dia juga aktif di senat, meski tak menjabat sebagai pengurus inti.

Meski demikian, prestasi akademik Farida tak pernah melorot. Aktif di organisasi menurutnya, memberikan nilai tambah bagi dirinya dalam berbagai hal, mulai kepemimpinan, manajerial, pengembangan jaringan, pertemanan dan lainnya. Pengalaman berorganisasi inilah yang kemudian membawanya mampu memimpin fakultas hukum hingga menjadi wakil rektor III Unhas.

Makan Nasi dan Garam
Farida juga merasakan getirnya menjadi mahasiswa yang merantau. Jauh dari keluarga. Ditambah lagi dengan ekonomi yang sederhana.

Makan nasi dan garam pernah dirasakannya. Ini bukan metafora. Ini pengalaman yang benar-benar dilaluinya saat kuliah. Saat keuangan makin menipis dan kiriman belum kunjung datang.

“Jadi waktu kuliah dulu, saya bersama beberapa keluarga dari kampung tinggal bersama satu rumah. Tidak kos. Kadang kami makan nasi dengan garam atau terasi. Tapi saya menikmati itu sebagai proses,” ujarnya.

Namun Farida menjalani semua itu dengan sabar. Menuntut ilmu memang penuh perjuangan. Apalagi Farida sangat yakin dengan firman Allah SWT di dalam Al Quran, bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu.
Melawan Hegemoni Gender

Di dalam perjalanan kariernya, Farida sangat terkesan dengan pengalamannya saat mengikuti suksesi dekan Fakultas Hukum.

Dia mengingat harus berhadapan dengan enam tokoh Fakultas Hukum yang semuanya pria. Intrik dan strategi untuk merebut posisi nomor satu Fakultas Hukum Unhas itu, diakuinya jauh lebih berat dihadapi dibandingkan ketika maju sebagai calon rektor pada 2022.

“Saya kira, saat mencalonkan diri menjadi Dekan Fakultas Hukum itu jauh lebih sengit dibandingkan dengan saat maju jadi calon rektor,” ujarnya.
Dia mengatakan, stigma gender yang masih menomorsatukan pria tak dapat dipungkiri masih ada di tengah-tengah masyarakat intelektual Unhas, utamanya Fakultas Hukum saat itu. Masih ada saja pihak yang menilai perempuan itu belum mampu memimpin.

“Dan yang mengatakan itu malah bukan dari kalangan pria. Ada juga perempuan yang mengatakan itu. Dan itu menjadi cambuk buat saya,” katanya.
Namun syukurnya, Farida mendapat banyak dukungan dari para dosen senior yang menginginkan perubahan di fakultas Hukum. Bahkan satu ketika, para dosen senior itu berkumpul dan memanggil Farida. Dia diminta untuk komitmen melakukan perubahan ketika terpilih nanti.

Farida akhirnya terpilih menjadi Dekan Fakultas Hukum Unhas. Dia menjabatnya selama dua periode. Sebelum Farida pernah ada dekan perempuan lainnya, namun hanya menjabat selama beberapa bulan.

Saat memimpin Fakultas Hukum inilah, dia banyak melakukan kerja sama dalam meningkatkan mutu dan fasilitas pendidikan di Fakultas Hukum. Dia mengajak pihak kejaksaan untuk bermitra. Mengajak para alumni untuk menjadi ‘pembina’. Serta banyak lagi lainnya. Bahkan mampu membawa Fakultas Hukum masuk dalam 5 besar fakultas terbaik di Unhas.

Keberhasilannya di Fakultas Hukum, mendorongnya untuk terus melaju hingga ke kursi rektorat. Saat ini Farida menduduki posisi sebagai Wakil Rektor III Unhas masa jabatan 2022-2026 yang membidangi Sumber Daya Manusia, Alumni dan Sistem Informasi.

Biodata:
Nama : Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.
Tempat/Tanggal Lahir : Bajo, Kab. Bone, 26 Juni 1967
31 Desember 1967 (sesuai SK PNS)
Pekerjaan : Dosen (Guru Besar)
Riwayat Pendidikan

  • Tahun 1979 : SD Negeri 221 Pattiro Bajo, Kabupaten Bone.
  • Tahun 1982 : SMP Negeri Pattiro Bajo, Kabupaten Bone.
  • Tahun 1985 : SMPP Negeri Watampone, Kabupaten Bone.
  • Tahun 1990 : S1, Jurusan Hukum Keperdataan, Fakultas Hukum Universitas
    Hasanuddin, Makassar.
  • Tahun 2000 : S2, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana
    Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  • Tahun 2008 : S3, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana
    Universitas Hasanuddin, Makassar.
    Riwayat Karier:
  • Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni dan Sistem Informasi Universitas
    Hasanuddin Periode 2022 – 2026.
  • Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Periode 2014 – 2018 dan 2018 –
    2022.
  • Kepala UPT Job Placement Center Universitas Hasanuddin Tahun 2012 – 2014
  • Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Unhas
    Periode Januari 2007 – Oktober 2010.
  • Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Unhas Kerjasama UGM-UNHAS
    Tahun 2001 – 2007.
  • Anggota Senat Akademik Unhas Periode 2016 – 2018 dan 2018 – 2023
  • Anggota Senat Unhas Periode 2013 – 2016
  • Ketua Senat Fakultas Hukum Unhas Tahun 2014 – 2016
  • Assesor Penilai Portofolio Sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi
    Dosen Universitas Hasanuddin, Tahun 2011 – 2014
  • Anggota Tim Perencanaan dan Pengembangan Universitas Hasanuddin Tahun 2011-
    2013.
    Riwayat Organisasi
  • Ketua Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri SeIndonesia Periode 2018 – 2022.
  • Ketua Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri SeIndonesia Wilayah Timur Periode 2015 – 2019.
  • Wakil Ketua Majelis Pengawas Wilayah Notaris Sulawesi Selatan Periode 2021 – 2024
  • Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Sulawesi Selatan Tahun 2018 – 2022
  • Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Sulawesi Selatan Tahun 2014 – 2018
  • Sekretaris Umum Pengurus Daerah KAGAMA Sulawesi Selatan Tahun 2010 – 2014
  • Sekretaris Umum Pengurus Daerah KAGAMA Sulawesi Selatan Tahun 2006 – 2010
  • Sekretaris Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Orwil Sulawesi
    Selatan Periode 2016 – 2021
  • Bendahara Umum ICMI Orwil Sulawesi Selatan Periode 2011 – 2016
  • Wakil Ketua Dewan Pengurus Provinsi Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone
    Periode 2021-2026
  • Dewan Kehormatan PERADI Sulawesi Selatan sejak Tahun 2014 – sekarang
  • Pembina Gerakan Pramuka Gugus Depan Makassar 11.075-11.076 Universitas
    Hasanuddin Pramuka Unhas Tahun 1991 – Tahun 2014
  • Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Gugus Depan Makassar 11.075-11.076
    Universitas Hasanuddin, Tahun 2014 – Tahun 2022

PERAN PADA LEMBAGA PEMERINTAH

  • Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Selatan dalam Tim Gubernur untuk Percepatan
    Pembangunan (TGUPP) Tahun 2021 – 2024
  • Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Hukum Agraria dan Penataan Ruang
    Tahun 2013 – 2018
  • Ketua Tim Penasihat Hukum Pemerintah Kota Pare-Pare, sejak Tahun 2016 –
    sekarang
  • Ketua Bidang Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme
    Sulawesi Selatan Periode 2020 – 2022 dan 2022 – 2024

Tinggalkan komentar