LIP SERVIS

Oleh : Arianto Dangkeng (Dosen Fakultas Bisnis Universitas Mega Buana Palopo)

Eh, bro and sis, ayok bicara seputar bisnis, pasti pernah dengar kata “lip servis”. Itu, eee.. gaya basa-basi atau puji-puji biar pelanggan senang hati. Tapi, sebenarnya, perlu nda sih kita pakai lip servis begitu di dunia bisnis?

Jujur, dalam usaha, kadang lip servis itu memang penting. Apalagi kalau baru kenal pelanggan. Lumayan, bisa cairkan suasana, bikin pembeli nyaman dan betah ngobrol.

Tapi jangan kik lupa, jangan sampe kelewatan, bisa-bisa dianggap bohong atau cuma “pelicin bibir” saja.

Banyak orang bilang, bisnis itu soal kepercayaan. Kalau lip servis kebanyakan, jatuhnya malah jadi bumerang, bro.

Pelanggan bisa kapok datang kalau merasa cuma dikasi pujian palsu. Malah, bisa jadi habis itu mereka cerita ke orang lain tentang pengalaman tidak enaknya.
Biasanya orang suka yang to the point.

Makanya, insting itu harus dipakai baik-baik. Jangan asal lip servis tiap waktu. Ada waktunya kita harus bicara jujur, ada juga saatnya memberi semangat atau sedikit pujian biar urusan lancar.

Nah, kadang lip servis itu berguna buat “pecahkan es” di awal transaksi. Tapi habis itu, harus kembali ke kejujuran dan ketulusan. Jangan asal ngarang cerita atau pujian yang nda masuk akal. Pelanggan juga lama-lama bisa tau mana yang bohong dan mana yang asli.

Pengalaman saya, pelanggan paling suka kalau penjual atau pelaku usaha bicara dari hati. “Apa adanya” lebih dihargai daripada terlalu banyak “angkat-angkat.” Kalau mau bisnis jalan terus, harus jaga keseimbangan antara basa-basi sama jujur.

Ingat juga, jangan takut bilang ada kekurangan produk atau layanan. Kadang lip servis itu bukan berarti tutupi kekurangan, tapi lebih ke cara menyampaikan info dengan halus, sopan, dan tetap ramah. Kunci sukses itu ada di komunikasi yang tulus.

Jadi, kalau ditanya perlu atau nda lip servis di bisnis? Jawabanku: perlu, asal sesuai porsi, waktu, dan kondisi. Kalau berlebihan justru bikin orang merasa ditipu-tipu saja, nda dapat apa-apa. Intinya, harus tahu kapan mesti lip servis, kapan harus serius dan jujur.

Oke bro and sis, selamat mencoba! Semoga usahata makin lancar, pelanggan makin tambah. Good luck, ingat kik, tulus dan jujur itu selalu nomor satu. (*)

Tinggalkan komentar